Antibiotik, Baik atau Tidak?

image credit : tanjungherbal.com/
image credit : tanjungherbal.com

Di sadari atau tidak keberadaan antibiotik hampir selalu ada dalam setiap atau yang membuka praktek sendiri. Masyarakat mungkin tidak terlalu mempersalahkan hal itu, karena bagi mereka yang terpenting adalah mereka dapat sembuh, terutama bagi seseorang dengan jadwal pekerjaan yang cukup padat mereka akan meminta diberikan obat yang langsung memberikan efek dalam waktu singkat dan biasa dokter yang bersangkutan akan mencantumkan antibiotik jenis tinggi pada resepnya.

Tetapi untuk hasil yang instans tentu ada konsekuensi yang harus diterima, tentu saja konsekuensi itu tidak langsung muncul begitu saja perlu waktu untuk melihat efek dari hal itu, dalam dunia kesehatan efek itu disebut “Resistensi Antibiotik”. Sebelum kita membahasa resistensi antibiotik, ada baiknya jika kita lebih dulu membahas tentang “mengapa dokter sering mencantumkan antibiotik pada resepnya?”. Bagi orang awam mungkin itu bukan sesuatu hal yang penting, tapi dalam dunia kesehatan itu perlu diperhatikan. Hal itu karena seorang dokter tersebut telah mempunyai kesepakatan dengan sebuah perusahaan farmasi bahwa ia akan menjual produk dari perusahaan itu sebanyak yang telah disepakati, bila dokter tersebut tidak sanggup maka seorang dokter tersebut akan mendapatkan denda dan sebaliknya jika dokter tersebut berhasil maka ia akan mendapatka reward dari perusahaan yang bersangkutan. Dan jumlah yang disepakati itu biasanya tidaklah sedikit, dalam seminggu dia harus menjual puluhan antibiotik sehingga ingin atau tidak ia harus mencantumkan produk tersebut diresepnya. Dan tentu saja pasien tidak terlalu mempermasalahkan obat apa yang diberikan padanya,hal ini yang dapat membahayakan tidak hanya si pasien itu sendiri tetapi juga orang disekitarnya.

Di Indonesia pemberian antibiotik belum jelas diatur dalam undang-undang, padahal di Negara-negara maju hal ini sangat diperhatikan. Karena efek dari resistensi antibiotik yang dapat menyebar dengan cepat. Lalu apa itu resistensi antibiotik?, resistensi antibiotik adalah suatu kondisi dimana dosis yang diberikan seharusnya masih memberikan efek terapi, namun dalam suatu kasus dosis itu tidak lagi memberikan efek terapi ia membutuhkan dosis yang lebih tinggi untuk dapat memberikan efek terapi. Misalkan anda meminum antibiotik A dan karena menurut anda itu cepat memberikan efek terapi, anda jadi sering meminumnya dan pada suatu ketika anda meminumnya lagi antibiotik tersebut tidak lagi memberikan efek terapi, inilah yang disebut resistensi antibiotik. Pada kondisi ini anda harus meminum antibiotik dengan dosis yang lebih tinggi untuk dapat memberikan efek terapi. Sekarang coba bayangkan jika hal itu terus berlanjut sampai dimana semua antibiotik yang tersedia sudah mengalami resistensi, apa yang akan terjadi? Akibatnya tidak akan ada lagi antibiotik yang dapat digunakan ditambah lagi sekarang ini sudah jarang perusahaan farmasi yang melakukan penelitian untuk menemukan jenis antibiotik baru karena keterbatasan biaya. Sebenarnya antibiotik hanya boleh digunakan untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus seperti flu burung dan lain sebagainya. Oleh Karena itu, perlu adanya kepedulian masyarakat akan pemeberian antibiotik, anda bisa menanyakan pada dokter bersangkutan apa penyakit anda dan apakah perlu untuk diberikan antibiotik, jika tidak perlu anda tidak perlu meminumnya. Kesadaran anda dapat menyelamatkan ribuan nyawa umat manusia kedepannya. Tingkatkan kepedulian anda untuk mewujudkan Indonesia yang lebih Positif. Terima kasih, semoga info diatas dapat menambah pengetahuan anda tentang dunia kesehatan.

Nelvi Yuliza

My name is nelfi, i’m from indonesian. now i’m a college student in North Sumatera University in Farmacy Faculty. I’m just ordinary girl, who have many dream and hobby. Writing is my hobby and became writer is my dream. And being a good Farmacist is my Big Dream. i’m Proud to be farmacist ^0^

3 thoughts on “Antibiotik, Baik atau Tidak?

  • June 15, 2015 at 9:34 pm
    Permalink

    saya jarang makan antibiotik, begitu banyak cara untuk menjaga kesehatan, mulai dari pola makan , jenis makanan,
    penyakit sering berperkara di perut, kalo makanan anda sehat, mka anda sehat

    Reply
  • June 28, 2015 at 2:08 pm
    Permalink

    yuupp, kalo bisa meminimalisir penggunaan antibiotik itu lebih baik.

    Reply

Leave a Reply