Asyiknya Membaca Buku Ala Walgita

Ketidakmampuan seseorang untuk berintrospeksi diri hingga ia melupakan diri dan lingkungannya menyebabkan orang itu tidak berhasil untuk meraih sebuah tingkat yang lebih tinggi dan lebih baik. Adapun Marshall mengatakan bahwa untuk memperbaiki hal tersebut, seseorang harus berani untuk memutar persepsi atas dirinya 180 derajat. Seseorang harus berani mengakui kesalahan-kesalahan dirinya, meminta maaf, mampu mendengarkan suara-suara di sekitarnya, dan hal-hal yang dianggap remeh bagi orang-orang yang merasa dirinya sudah meraih kesuksesan. Karena sesungguhnya manusia tidak diciptakan sempurna, kata “salah” merupakan komponen pembentuk kita sebagai manusia. Maka penting bagi diri kita untuk senantiasa mengevaluasi dan menjaga sikap kerendah hatian diri kita agar hati kita selalu terbuka untuk mampu melakukan perbaikan demi perbaikan.

What Got You Here Won’t Get You There

Karya Marshall Goldsmith

diulas oleh Agiananta Rizyamesa

Itulah petikan singkat yang diambil dari salah satu halaman web dari Komunitas Walgita. Adalah Agiananta Rizyamesa yang akrab dipanggil Agi, ketua dari komunitas baca yang berpusat di kota Depok ini. Komunitas yang pertama kali terbentuk pada tanggal 21 Agustus 2015 ini didirikan oleh delapan orang anak muda Indonesia dan terlahir atas inisiasi dari Mega Trishuta P. (FEB UI 2007), Muhammad Kautsar (F. Psikologi 2009), dan Wilda Af’idah Bitari (FKM 2010).

Untitled-1Walgita adalah sebuah perkumpulan orang-orang yang memiliki kegemaran membaca buku-apapun jenisnya. Perkumpulan ini awalnya muncul dari semangat dan keyakinan dari Agi dan teman-temannya bahwa dengan berkumpul bersama dengan orang-orang yang memiliki satu kegemaran yang sama dalam membaca buku, mereka akan dapat menjaga dan meningkatkan produktivitas setiap anggota dalam komunitas untuk semakin giat dalam membaca buku. Komunitas ini dibentuk atas dasar kesadaran dari setiap anggotanya, melihat pada kondisi masyarakat Indonesia yang masih minim minatnya dalam membaca. Memang, berdasarkan pendataan yang dilakukan UNESCO tingkat literasi di Indonesia sudah cukup tinggi. Namun, kebiasaan membaca untuk menjadi sebuah lifestyle masih jauh dari keseharian masyarakatnya. Padahal aktivitas membaca sangatlah baik, baik itu dilihat dari sisi kesehatan maupun ilmu yang dapat kita peroleh dari membaca. Negara-negara maju di era modern ini sangat mengedepankan aktivitas membaca bagi masyarakatnya, ambil saja contohnya di Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dll. Membaca bagi mereka sudah merupakan sebuah kebiasaan. Selain itu, para founding fathers negara ini pun menjadikan aktivitas membaca sebagai kebiasaan mereka sehari-hari. Sebut saja Bung Hatta, Bung Karno, Buya Hamka, Natsir, dll.

Pada akhirnya, setiap anggota komunitas Walgita menginginkan agar semangat yang dibangun tidak hanya berhenti di lingkaran di dalam komunitas saja, tetapi meluas ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, dengan adanya komunitas ini, Agi dan teman-temannya berharap agar dapat memberikan inspirasi kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menggiatkan aktivitas membaca sehingga menjadi sebuah kebiasaan bagi masyarakat Indonesia. Sebagaimana yang tertuang dalam visi Walgita yakni memberikan kontribusi pada tingkat literasi masyarakat Indonesia dan mewujudkannya melalui dua misi, menginspirasi dan beraksi! :

the yellowSejauh ini kegiatan-kegiatan Walgita berfokus pada program-program internal komunitas. Walgita memiliki program rutin setiap harinya untuk membaca minimal tiga puluh halaman. Lalu dari setiap buku yang mereka baca tersebut dibuat resumenya masing-masing. Untuk program tiap dua pekanan, komunitas ini rutin mengadakan diskusi online via whatsapp. Diskusi ini disajikan oleh masing-masing anggota secara bergantian. Selain itu, Walgita juga rutin mengadakan meet up setiap dua atau tiga pekan sekali. Adapun dalam waktu dekat, Walgita akan me-launching program ke publik. Jadi ditunggu saja ya, sobat positif. Semoga sobat positif yang ada di seluruh Nusantara bisa juga bergabung dengan komunitas yang mengasyikkan ini 🙂

Ada banyak komunitas banyak di Indonesia. Apa yang membedakan komunitas Walgita dengan yang lain? Hal yang menjadi diferensiasi Walgita dengan yang lain lebih kepada output yang dihasilkan yakni berupa tulisan. Setiap anggota membuat resume dari tiap buku yang telah dibaca lalu dipublikasikan di media-media Walgita secara rutin. Selain itu, dari tulisan setiap anggotanya tersebut, Walgita menargetkan agar dapat dihasilkan karya yakni berupa buku. Pada akhirnyapride, mengapa Walgita memutuskan untuk membuat beberapa resume dari buku yang telah dibaca dan target karya berupa buku adalah agar dapat berbagi inspirasi kepada banyak orang dan tak hanya sekadar di kalangan internal komunitas saja.

Oh ya, sobat penasaran ga? Nama Walgita itu sebenarnya artinya apa sih? Ternyata, dari penjelasan Agi, kata ‘walgita’ berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti buku, tulisan, atau surat. Agi dan teman-teman sengaja memilih nama itu karena dirasa sangat pas untuk menamai komunitasnya, selain juga karena nama ‘Walgita’ lebih meng-Indonesia.

Terakhir, pesan dari Agi,Buku itu seperti jendela dunia. Dengan membaca, kita akan mengetahui apa yang tidak ketahui sebelumnya. Dengan membaca, inspirasi akan datang dengan mudah. Selain itu, hal yang paling penting adalah bahwa dengan membaca, kita mampu menginspirasi banyak orang. Inspirasi yang hadir dari banyak orang tentu akan lebih menarik. Yuk, membaca bersama-sama! :)”

Buku itu seperti jendela dunia. Dengan membaca, kita akan mengetahui apa yang tidak ketahui sebelumnya. Dengan membaca, inspirasi akan datang dengan mudah. Selain itu, hal yang paling penting adalah bahwa dengan membaca, kita mampu menginspirasi banyak orang. Inspirasi yang hadir dari banyak orang tentu akan lebih menarik. Yuk, membaca bersama-sama! :)”

Buku-buku yang telah diulas oleh komunitas ini diantaranya adalah buku berjudul What you got here, won’t get you there (Marshall Goldsmith), Pride and prejudice (Jean Austin), The Yellow Wallpaper (Charlotte Parkins Gilman), dan masih banyak lagi. Bagaimana sobat positif? Menarik bukan? Bagi sobat postif yang ingin lebih kenal dekat dengan komunitas Walgita, silahkan jumpai mereka di sini ya:

walgita.tumblr.com
Twitter: @kom_walgita

IG: @kom_walgita

Fb & id line: Komunitas Walgita

IMG-20151112-WA0003 

Agiananta Rizyamesa

Alamat                           :        Jl. Teratai XIII Blok K-19 Tanjung Barat Indah, RT 003/ RW 002, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Indonesia, 12530

Contact                           :        (+6221) 7890723/ +6281284393008

Email                              :        agiananta.rizyamesa@gmail.com

Pendidikan                     :        Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok,Indonesia

Pengalaman Organisasi  :

  • Ketua Departemen Entrepreneurship and Leadership (ELD) BEM FE UI 2013 sebagai
  • Deputi Satuan Pengendalian Internal/SPI BEM UI 2014

Penelitian                       :

  • The Role of Public Sector Governance in Enhancing the Efficiency of Government’s Spending and Performance (July – December 2015)

Prestasi

  • Kandidat The Most Potential Student at Faculty of Economics, University of Indonesia, 2011
  • Top 20 Finalist of Gadjah Mada Business Case Competition (GMBCC), Gadjah Mada University, Jogjakarta, 2012

Rizka Hidayati

Dentist, traveler, writer, painter, social worker

Leave a Reply