Belajar dan Bermain Bersama Sokola Kaki Langit

Jadilah seseorang yang bermanfaat dengan ilmu yang kamu miliki, sekalipun tak banyak tapi berusahalah membaginya.

Kutipan tersebut berasal founder Sokola Kaki Langit. Seorang perempuan hebat yang berasal dari Sulawesi Selatan bernama Andi Kumalasari, atau yang akrab dipanggil dengan panggilan “Mey”. Pernyataan dari founder Sokola Kaki Langit ini mengingatkan kita kembali untuk menjadi manusia yang senantiasa memberi, karena memang pada dasarnya sebaik-baiknya manusia ialah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Dan ini menjadi landasan awal Sokola Langit Kaki dibentuk.

Nama komunitas Sokola Kaki Langit ini terinspirasi dari sekolah-sekolah non-formal lainnya yang telah sukses seperti Sokola Rimba dan Sokola Pesisir. Desa pertama yang menjadi targetan Komunitas Sokola Kaki Langit ini adalah Desa Umpungeng di Kabupaten Soppeng daerah provinsi Sulawesi Selatan. Jarak Desa Umpungeng dengan sekolah sangat jauh, kurang lebih mencapai 5 Km. Sehingga pendidikan anak-anak di desa Umpungeng jadi sedikit tertinggal. Ini menjadi alasan bagi Mey sang founder untuk mendirikan Sokola Kaki Langit guna membantu desa-desa yang kekurangan tenaga pendidik.

 

Angkatan I Sokola Kaki Langit
(sumber: twitter.com/Meylancholia)

Untuk bisa membentuk Sokola Kaki Langit ini bukanlah hal yang mudah. Banyak faktor yang pada mulanya menghambat Sokola Kaki Langit untuk bergerak. Pertama jumlah relawan untuk Sokola Kaki Langit yang tidak mendukung. Beberapa berpendapat bahwa komunitas Sokola Kaki Langit hampir sama dengan program pemerintah yang telah dilaksanakan sebelumnya seperti Indonesia Mengajar atau program SM3T yang digagas oleh Bapak Anies Baswedan. Sehingga pemuda yang diharapkan ikut turut serta membangun Sokola Kaki Langit awalnya tidak setuju untuk membangun komunitas ini. Selain itu, tempat yang dijadikan target desa binaan yaitu Desa Umpungeng cukup jauh dari kota Makassar yang merupakan tempat para relawan Sokola Kaki Langit berkumpul.

Angkatan II Sokola Kaki Langit
(sumber: twitter.com/Meylancholia)

Program yang dilakukan oleh komunitas Sekolah Kaki Langit seperti memberikan Try Out untuk siswa kelas enam sebagai persiapan Ujian Nasional di bulan Mei 2015 di desa Umpungeng. Selain itu, Relawan Komunitas Sokola Kaki Langit juga mengajarkan pelajaran, menari, menyanyi, bermain alat musik (Pianika), belajar membaca dan bahasa inggris di desa-desa yang menjadi targetan Sokola Kaki Langit. Program yang diusung oleh Komunitas Sokola Kaki Langit ini memang menyenangkan bagi anak-anak desa. Oleh sebab itu, Sokola Kaki Langit mengangkat Tema “Education Nature dan Fun”.

Angkatan IV Sokola Kaki Langit
(sumber: twitter.com/skakilangit)

Komunitas Sokola Kaki Langit awalnya berdiri hanya memiliki 1 orang anggota saja yaitu sang founder Andi Kumalasari. Anggota lainnya diperoleh dari proses perekrutan relawan Sekolah Kaki Langit dengan melakukan proses seleksi. Seleksi pertama yang dilakukan oleh Mey berhasil mendapatkan 17 Relawan, dan terkelompok dalam Angkatan I Sokola Kaki Langit. Dalam program pertama ini, tema yang diusung oleh mereka adalah FUN, dan diadakan tanggal 24-27 Januari 2015. Sampai dengan bulan Agustus 2015, jumlah relawan yang tergabung sudah mencapai 143 orang.

 

Angkatan V Sokola Kaki Langit
(sumber: twitter.com/skakilangit)

Komunitas Sokola Kaki Langit ini telah menunjukkan makna kepedulian yang sebenarnya. Kepedulian yang tidak hanya berkomentar di social media ataupun hanya melakukan aksi unjuk rasa, namun bergerak aktif. Kemajuan Indonesia bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga seluruh masyarakat Indonesia. Sokola Kaki Langit menyampaikan kepada sobat positif lainnya bahwa banyak hal positif yang bisa kita berikan kepada orang lain. Tentunya sudah tugas kita untuk bisa bermanfaat, baik itu ilmu, materi, tenaga maupun waktu kita, demi bangsa Indonesia yang positif. So, mari semangat memberi!

Angkatan VII Sokola Kaki Langit
(sumber: twitter.com/skakilangit)

Bagi Sobat Positif yang ingin tahu lebih mengenai Sokola Kaki Langit, silahkan kunjungi link dibawah ini.

Facebook Twitter Instagram

Al Mizfar

Al Mizfar

Male | Student of University of North Sumatra | Assistant Laboratory | Basketball Player | Console Gamer

Leave a Reply