Belajar Dari Didikan Orangtua Musa Sang Hafidz

 

Sobat Positif, Indonesia patut bersyukur masih ada yang membanggakan negeri ini lewat seorang Hafidz cilik.Usianya yang sangat muda memberikan warna baru pada pemberitaan media di tanah air. Dialah Musa, seorang penghafal Al-qur’an cilik, usianya baru 7 tahun, masih sangat kekanak-kanakan. Prestasinya melimpah bukan hanya terbaik di Indonesia tetapi juga terbaik di dunia dalam ajang penghafal Al-Qur’an.

 

Musa mengenakan Batik saat ujian tahap pertama MTQ 2016 Mesir (sumber : facebook La Ode Abu Hanifa)
Musa mengenakan Batik saat ujian tahap pertama MTQ 2016 Mesir (sumber : facebook La Ode Abu Hanifa)

 

Prestasi terbarunya 14 April 2016 kemarin, adik Musa berhasil juara ke-3 mengalahkan 80 peserta dari 60 negara pada ajang Musabaqah Hifzil Al-Qur’an Internasional di Mesir. Luar biasanya lagi, Musa wakil Indonesia adalah peserta termuda, peserta lain rata-rata usianya 10 tahun.

 

Musa meraih Juara 3 pada MTQ Internasional di Mesir 2016. (Sumber : Facebook La Ode Abu Hanifa)
Musa meraih Juara 3 pada MTQ Internasional di Mesir 2016. (Sumber : Facebook La Ode Abu Hanifa)

 

Diajang ini Musa menjawab semua pertanyaan dan uji coba dari para juri kelas Internasional. Dengan tenang Musa berhasil melewati semuanya. Musa, anak yang tidak berbahasa arab ini mendapat penghargaan khusus dari presiden Mesir.

Sobat Positif, dibalik sosok ajaib Musa tentu ada orangtua yang menjadi mentor sejatinya sehingga Musa tumbuh dan berkembang mejadi sang Hafidz seperti sekarang ini. 30 juz Al-Qur’an khatam sudah terhafal dikepalanya.Dari fenomena Musa kita dapat memetik hikmah betapa besar peran orangtua dalam mendidik sang anak, hingga ia tumbuh dan berkembang tidak terjerat arus globalisasi yang membahayakan. Sobat Positif ayah dan ibu Musa melatih Musa secara mandiri di rumah. Musa tidak sekolah di sekolah formal, melainkan homeschooling.

Lewat dinding facebooknya Ayah Musa, ustadz La Ode Abu Hanafi menjelaskan bahwa istrinya melatih Musa secara mandiri setiap hari. Kedua orangtua Musa hadir dalam pendidikan Al-Qur’an Musa.

Aktifitas Musa menghapal Al-Qur'an (Suber: Facebook La Ode Abu Hanifa)
Aktifitas Musa menghapal Al-Qur’an
(Suber: Facebook La Ode Abu Hanifa)

Sobat Positif, dari postingan foto aktifitas ibu Musa yang diunggah oleh ayah Musa di Facebook, kita bisa melihat betapa fokus dan sabarnya ibunda sang Hafidz Musa menjadi full time Mommy mendidik Musa setiap hari dari bangun tidur di waktu Subuh hingga tidur di malam hari. Ibu yang benar-benar ingin membangun generasi emas buat Indonesia, sangat positif sekali Sobat.

Musa belajar bersama orang tua (sumber : facebook La Ode Abu Hanifa)
Musa belajar bersama orang tua (sumber : facebook La Ode Abu Hanifa)

Sobat Positif ayah Musa juga hadir dalam menjaga pergaulan sang Hafidz. Musa tidak bergaul dengan banyak anak, untuk niat menjaga hafalan. Pengaruh televisi juga sangat-sangat diperhatikan. Musa sangat dijaga agar tidak menonton televisi. Seperti kebiasaan Rasulullah, Musa juga mengkonsumsi madu, hal ini sangat bagus untuk kesehatan.

Selain madu, propolis dan sari kurma juga dikonsumsi untuk asupan energi dalam menghafal. Maghrib-Isya, Musa ikutan taklim bersama sang ayah.

Sobat Positif, tentunya sangat menyenangkan bagi setiap anak jika memiliki masa kecil seperti Musa, dimana hari-harinya diisi dengan perhatian dan didikan penuh dari sang orangtua. Cara didikan orantua Musa, menjadi teladan sekaligus inspirasi buat keluarga Indonesia dalam mendidik dan membesarkan anak.

Semoga di masa depan tidak ada lagi istilah masa kecil kurang bahagia buat anak-anak Indonesia. Salam Positif!

Basrah Nasution

Basrah Nasution

Dengan aksara menjaga zaman, memuliakan peradaban.

Leave a Reply