Berbagi Kebahagiaan Bersama Yatim Ala Masyarakat Aceh

Sobat positif, seperti yang telah kita ketahui bersama, Indonesia memang Negara kaya yang memiliki kultur, budaya, dan suku dengan jumlah yang beragam . Tidak hanya itu, Indonesia juga memiliki jumlah pulau yang sangat banyak bahkan menjadi Negara dengan kepulauan terbanyak didunia. Setiap daerah di Indonesia memiliki kegiatan yang berbeda-beda tentunya. Pada kesempatan kali ini, Indonesia positif akan menyajikan cerita menarik mengenai kegiatan yang dilaksanakan pada ujung barat Indonesia, yaitu provinsi Aceh.

Aceh merupakan provinsi yang telah dikenal dengan julukan serambi mekahnya. Tradisi, aktifitas, dan budaya Aceh memang memiliki nilai keagamaan yang sangat tinggi. Pada masa penjajahan belanda dulu, provinsi aceh tepatnya Kota Sabang menjadi pelabuhan yang menyalurkan jamaah haji untuk berangkat menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekah. Karena keadaan inilah sehingga Aceh dijuluki sebagai Serambi Mekah. Di provinsi Aceh, kita akan menjumpai hampir seluruh aktifitas masyarakatnya tidak hanya pemuda Aceh saja aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial. Mulai dari setiap frekuensi Radio di Aceh menyiarkan informasi atau siaran yang bersifat islami. Salah satu kota di provinsi Aceh yaitu Bireun pun menjadi kota dengan julukan Kota Santri. Ini menjadi salah satu bukti ketaatan masyarakat Aceh.

Matang Kuli, salah satu kecamatan yang ada di kota Lhoksukon, Aceh Utara menjadi lokasi yang dijelajahi oleh tim Indonesia Positif kali ini. Santunan Anak Yatim merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram oleh pemuda dan masyarakat Aceh. Tahun ini, Santunan Anak Yatim diadakan pada hari Jumat, 23 Oktober 2015 yang bertepatan pada 10 Muharram. Tahun 2015 menjadi tahun ke 26 kegiatan ini dilaksanakan.

Pemuda aceh dan ketua panitia
Pemuda aceh dan ketua panitia pelaksana Santunan Anak Yatim

Santunan Anak Yatim tahun ini berlangsung dengan sangat meriah. Mesjid Al-Khalifah Ibrahim yang merupakan mesjid tempat berlangsungnya acara dipenuhi oleh anak yatim dan anak yatim piatu yang antusias menunggu santunan dibagikan. Tidak hanya anak yatim, masyarakat juga ikut meramaikan mesjid Al-Khalifah Ibrahim. Santunan Anak Yatim ini menjadi wujud peduli pemuda dan masyarakat Aceh terhadap anak yatim di provinsi Aceh. Dengan adanya Santunan Anak Yatim diharapkan mampu membantu anak-anak yang telah kehilangan orang tuanya walaupun bentuk bantuan yang diberikan masih sedikit.

Pak Hasbi selaku ketua panitia pelaksana kegiatan Santunan Anak Yatim menjelaskan bahwa pembagian santuan anak yatim didata berdasarkan kampung yang berada dibawah kecamatan Matangkuli. Sebelum tahun 2008, kegiatan santunan anak yatim hanya berhasil mendata sebanyak 10 kampung. Namun, tahun 2015 mengalami meningkatan yang sangat signifikan, panitia berhasil mendata sebanyak 48 kampung dengan total 49 kampung yang ada di kecamatan Matangkuli. Jumlah anak yatim terhadap sebanyak 312 anak yang rata-rata berumur kurang dari 15 tahun.

Anak yatim yang ikut menerima santunan
Anak yatim yang ikut menerima santunan

Santunan Anak Yatim berhasil membagikan sarung dan uang kepada masing-masing anak yatim dengan jumlah Rp.400.000 per anak yatim. Dana yang diberikan merupakan hasil pengumpulan sumbangan yang didapatkan panitia. Jumlah donatur tahun ini mencapai angka 600 orang dengan total sumbangan sebanyak 160 juta rupiah. Aksi galang dana santunan anak yatim dilakukan dengan memanfaatkan media social yaitu facebook, sosialisasi dari mesjid dan bahkan melakukan rapat untuk mengajak seluruh tokoh masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Saat santunan dibagikan

Santunan Anak Yatim selain sebagai bentuk peduli anak yatim juga menjadi perayaan masyarakat Aceh terhadap hari As-Syura atau 10 Muharram. Dalam agama islam, disunnahkan untuk berpuasa di hari tersebut. Selesai melakukan santunan, pemuda dan masyarakat aceh berbuka puasa bersama.

Santunan pada hari As-syura sebenarnya ketaataan masyarakat kepada agama Islam. Saling mencintai, menguatkan ikatan antara saudara memang diwajibkan, terkhususnya menyayangi anak yatim. Patutnya santunan yang telah dilakukan di Aceh jadi contoh baik bagi sobat positif lainnya untuk mencitai sesama. Daerah Aceh termasuk dalam daerah Indonesia yang belum merata pada tingkat pendidikan. Dengan membantu sesama, minimal dengan menyumbangkan uang dapat membantu meratakan pendidikan di daerah-daerah Aceh. Santunan yang diberikan menjadi salah satu teladan kegiatan untuk meratakan pendidikan. Dengan adanya santunan, membantu sebagian kecil anak-anak yang tidak mampu sekolah untuk tetap bersekolah. Terlebih lagi anak yatim atau yatim piatu yang sudah tidak memiliki tulang punggung keluarga untuk membiayai pendidikan. Kepedulian sesama menjadi jawaban atas masalah yang ada. Semoga semakin banyak kegiatan-kegiatan santunan dalam bentuk dana untuk membantu anak yatim.

Geubrina Rizky

Seorang hamba yang sedang berjuang merealisasikan mimpi dan mecoba membagi melalui untaian kata

Leave a Reply