Blood for Life, Menebar Kebermanfaatan melalui Social Media

Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia, begitu potongan dari Hadist Nabi Muhammad saw. Begitu juga baginya, seorang bernama Valencia Mieke Randa, seorang pekerja online social media yang memiliki cita-cita besar untuk dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Cita-citanya itu ia wujudkan melalui sebuah komunitas yang disebut Blood for Life.

Valencia a.k.a Mbak Silly, Pendiri Blood For Life
Valencia a.k.a Mbak Silly, Pendiri Blood For Life

Nah, Blood for Life atau biasa disingkat BFL adalah sebuah wadah yang menjadi jembatan antara orang-orang yang membutuhkan darah dengan calon pendonor melalui sebuah akun twitter @Blood4LifeID.  BFL membantu menyebarkan informasi kebutuhan darah yang tidak terpenuhi karena berbagai hal, misalnya karena stock darah PMI habis atau darah yang dibutuhkan langka. Informasi yang disebarkan BFL terbukti sangat efektif, hanya dalam jangka waktu 1-2 jam saja kebutuhan darah tersebut biasanya sudah terpenuhi.

Mungkin sobat positif berfikir, buat apa lagi @Blood4LifeID saat PMI sudah ada. Yap, yang perlu diketahui bahwa kebutuhan darah di Indonesia per tahunnya kira-kira sebanyak 4.5 juta kantong darah. Sedang persediaan darah di PMI hanya ada 1 juta kantong per tahunnya. Bahkan tak jarang PMI kehabisan stock darah pada waktu-waktu tertentu. Nah, disinilah BFL mengambil perannya dalam pemenuhan kebutuhan darah.

Blood for Life sendiri didirikan oleh Valencia yang kerap disapa Mbak Silly pada tahun 2009. Mbak Silly memulai BFL dengan memosting idenya tersebut di blog pribadi dan akun facebook miliknya. Kemudian ia membuat mailing list untuk sahabat-sahabatnya yang ingin bergabung. Saat itu, ia berhasil mengumpulkan 44 orang yang stand by menjadi pendonor setiap kali dibutuhkan.

Pada tahun 2010, BFL yang didirikan Mbak Silly sempat vakum beberapa waktu karena ia memutuskan untuk bekerja pada sebuah perusahaan logistik. Karena pekerjaannya itu, banyak waktu Mbak Silly yang cukup tersita sehingga tak lagi mengurus BFL. Sampai pada suatu hari ada seseorang yang membutuhkan darah menghubungi Mbak Silly. Namun, saat itu ia sedang meeting dan handphone ia nonaktifkan. Selesai meeting, ia menghubungi kembali orang tersebut untuk sekedar menanyakan apakah kebutuhan darahnya sudah terpenuhi atau belum. Jawaban dari orang tersebut sontak membuat Mbak Silly kaget. Orang itu menjawab “Oh, telat! Udah mati!!!”. Peristiwa tersebut menyadarkannya bahwa BFL tidak dapat ditangani setengah-setengah. Sejak saat itu, ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan fokus memberikan manfaat bagi banyak orang melalui BFL.

Mengaktifkan kembali BFL setelah lama vakum terasa seperti memulainya kembali. Karena memang BFL sendiri adalah murni non profit dan tidak terikat, sehingga saat pemimpinnya vakum, maka anggotanya pun berhenti. Saat itulah Mbak Silly berinovasi untuk kembali mengaktifkan komunitas ini. Ia mencari pendonor dengan menggunakan keywords: “butuh donor”, “Urgent”, “Donor darah”, “Leukimia”, “Tallasemia”. Hasilnya, follower @Blood4LifeID saat ini sudah lebih dari 60k. Artinya, akan ada 60 ribu orang yang stand by sebagai pendonor saat ada orang yang membutuhkan. Belum lagi kalo mereka retweet informasi itu terus-menerus, bayangkan berapa banyak orang yang akan tahu tentang informasi tersebut dan bayangkan juga kebaikan yang telah dihasilkan ‘hanya’ dengan sebuah akun twitter, yang gak butuh MODAL, keren kan?

@Blood4LifeID
@Blood4LifeID

Karena kekerenannya ini, BFL meraih penghargaan Google Chrome Web Hero’s Indonesia pada Agustus 2011 lalu. Penghargaan ini adalah penghargaan dari Google Chrome untuk orang atau komunitas yang membuktikan bahwa internet bukan hanya digunakan untuk mencari atau melihat, namun lebih luas lagi internet juga dapat digunakan untuk menciptakan sesuatu. Bagi Mbak Silly dan kawan-kawan penghargaan itu merupakan sebuah pencapaian yang sangat besar. Namun, bagi mereka masih ada penghargaan yang lebih besar lagi, yaitu saat BFL berhasil menemukan pendonor bagi mereka yang membutuhkan, apalagi jika darah yang ditemukan termasuk langka.  Sensasinya mungkin jadi ada rasa-rasa keju gitu di hati 😀

Ada sebuah kisah yang sangat mengharukan saat BFL menemukan pendonor bagi seorang Dekan di sebuah universitas swasta di Yogyakarta. Sang ibu harus melahirkan anaknya dengan proses Caesar karena terlalu riskan baginya untuk melahirkan secara normal. Namun, operasinya hanya dapat dilaksanakan jika beliau mendapatkan donor darah, dan golongan darah sang ibu adalah darah yang sangat langka, yaitu AB Rhesus Negatif yang hanya ada sekitar 0.05% dari total seluruh penduduk Indonesia. Dan BFL bersama dengan @RhesusNegatifID berhasil menemukan pendonor bagi sang ibu. Ibu Dekan tersebut pun dapat melahirkan anak perempuannya dengan selamat dan sehat wal afiat. Bayangin ya, rasanya mengambil peran penting dalam detik-detik penting hidup seseorang, wah pasti bahagia banget ya sobat positif?

Yuk jadi bagian dari sumber kebahagiaan orang lain melalui darahmu dengan ikut ambil bagian di BFL. Sobat positif bisa ikut menjadi pendonor stand by dengan follow akun @Blood4LifeID dan ikutin terus update-annya. Karena kita gak pernah tahu kalau ternyata 1 kantong darah kita bisa menyelematkan hidup seseorang. Yap, karena darahmu begitu berharga.

Sobat positif, Mbak Silly dan BFL telah menunjukkan kepada kita semua bahwa bermanfaat itu tidak perlu bermodal besar melainkan hanya perlu keinginan yang besar serta konsistensi untuk itu. Selain itu, Mbak Silly juga menunjukkan bahwa ternyata social media memiliki kekuatan yang sangat besar dalam menyebarkan informasi. Jadi, alangkah baiknya jika social media yang kita punya juga dapat memberikan banyak manfaat seperti yang mbak Silly lakukan.  Semangat bermanfaat ya sobat positif ^^

Dina Meiladya

Menulis karena bukan anak raja atau anak ulama besar ^^

One thought on “Blood for Life, Menebar Kebermanfaatan melalui Social Media

Leave a Reply