BSMI, Rohingya dan Kepedulian

Sobat Positif, kabar genosida etnis Rohingya di Myanmar kembali mencuat. Ribuan etnis Rohingya mengalami pembantaian yang mengusik rasa kemanusiaan kita. Sobat Positif beberapa tahun sebelumnya kabar yang menyesakkan dada kita sebagai bangsa yang berprikemanusiaan juga muncul dari Rohingya, dimana saat itu para pencari suaka Rohingya terombang-ambing di lautan, dengan semangat persaudaraan dan kemanusiaan masyarakat Aceh menerima mereka sebagai pengungsi saat itu. Fenomena ini menjadi ujian bagi rasa kemanusiaan kita, apakah kita mendoakan mereka, memberi bantuan, menyuarakan kesakitan mereka dan sebagainya sebagai wujud kepedulian kita.

Sobat Positif berbicara kepedulian adalah hal yang fundamental bagi NGO kerelawanan, salah satunya seperti Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI). BSMI terdapat di berbagai wilayah provinsi Indonesia, salah satunya BSMI wilayah SUMUT, berdasarkan penuturan Hendrik Maulana selaku sekretaris BSMI wilayah SUMUT, pihaknya selalu terlibat aktif dalam misi kemanusiaan di wilayah SUMUT, hampir setiap moment bencana baik itu skala daerah maupun skala nasional BSMI Wilayah SUMUT berusaha turut membantu.

Jejak perjuangan misi kemanusiaan

Untuk wilayah SUMUT misalnya kebanjiran di daerah Binjai yang cukup parah, yang menghancurkan serta merobohkan beberapa bangunan rumah dan tempat-tempat ibadah bahkan insfrastrukur yang porak poranda, BSMI wilayah SUMUT hadir memberikan bantuan kebutuhan makanan pokok, sembako serta bantuan kesehatan dan obat-obatan, demikian juga dengan banjir bandang yang terjadi di kabupaten Padang Lawas Utara, dimana BSMI menjadi satu-satunya NGO yang berhasil masuk ke lokasi bencana dan memberikan bantuan di sana sebab daerahnya masih sangat sulit diakses.

Jejak misi kemanusiaan lainnya antara lain jatuhnya pesawat Hercules di Padang Bulan , Medan pada tahun 2015 lalu yang menewaskan puluhan TNI-AU BSMI wilayah SUMUT juga turut hadir utk mengevakusi korban dengan berjibaku bersama PMI, BNPB dan lainya sebagai Tim Medis yang dipercayakan mengevakusi mayat-mayat yang menjadi korban tragedi tersebut. Gempa Pidie Jaya, BSMI wilayah SUMUT langsung menerjukan Relawan ke lokasi pada hari saat kejadian dan mendirikan Rumah Sakit Lapangan.

Musibah terdamparnya etnis Rohingya di Aceh juga memanggil nurani BSMI wilayah SUMUT untuk sebisa mungkin menolong mereka, alhamdulillah sejak tahun 2015 sampai saat ini BSMI wilayah SUMUT eksis dan tetap memberikan bantuan ke mereka dengan mendirikan sebuah klinik khusus untuk para pengungsi Rohingya di Aceh Langsa dan bantuan-bantuan lainya. 

Tentang Rohingya di Sumatera Utara

Kondisi para pengungsi Rohingya di wilayah Sumatera Utara sekarang dalam keadaan baik. Saat ini mereka di tempatkan di beberapa tempat di kota Medan. Kini seluruh pengungsi Rohingya yang dulunya berada di Aceh telah di pindahkan ke Medan Sumatera Utara, rencanaya meraka akan di jadikan warga negara Amerika, Hongkong, serta Kanada, dalam hal ini UNHCR atau IOM yang memiliki kewenangan  dengan kerjasama dan komunikasi dengan pihak pemerintah Indonesia. Sebagian dari mereka sudah ada yang di berangkatkan dan diambil menjadi warganegara lain, dan sebagian sedang menunggu negara yang mau menerima mereka sebagai warganegara. Ada sekitar 800 pengungsi Rohingya yang masih di Indonesia, 400-an di Medan rombongan tahun 2011-2012 dan sebagian tidak berpindah. “Untuk keperluan seharian lumayan memadai, Insyaallah. Sebab kalau sudah terdaftar di UNHCR, maka mereka dapat Jadup (Jatah Hidup) $ 100/jiwa/bln. Untuk anak-anak ada potongan, Permasalahanya Apakah mereka akan terus begitu ? tentu kita tidak mengaharp demikian bukan ?” pungkas Sekretaris BSMI wilayahSUMUT.

Aksi peduli Rohingya BSMI SUMUT di Medan Sumatera Utara

 

Terkait berlanjutnya pembantaian di Rohingya, Alhamdulillah BSMI telah memberangkatkan relawan ke Myanmar tepatnya pada tanggal 8 Sepetember 2017, tim ini BSMI telah melakukan koordinsai dengan KBRI di Myanmar Medical Association sebagai salah satu upaya jalan masuk untuk memberikan bantuan kemanusiaan, Tim assesment ini akan mendata serta akan berusaha mencari informasi kondisi terkini di lokasi konflik agar Bantuan apa saja yang di prioritaskan untuk di salurkan, informasi terkini dalam waktu dekat BSMI akan kembali mengirimkan Relawan Medis yaitu para dokter-dokter Spesialis Ke Myanmar guna mendirikan posko kesehatan untuk para pengungsi di sana.

Kondisi Rohingya harus segera diatasi guna tidak merenggut korban yang lebih banyak. Genosida adalah perbuatan dan tindakan pelanggaran HAM berat, ini bukan kekerasan namun sebuah kebiadaban, masyarakat Indonesia dan pemerintah harus turut campur tangan untuk melindungi korban-korban kebiadaban tersebut. Tidak mudah memang untuk memulihkan kehidupan sosial di wilayah konflik, berkaitan pemulihan kondisi sosial di lokasi konflik yang dilakukan oleh BSMI adalah berusaha menyampaikan kepada pemerintah untuk bertindak sesegera mungkin turut andil dalam perdamaian di darah konflik, berusaha memberikan payung hukum melalui pemerintah bagi para korban konflik di suatu daerah atau negara karena kebebasan dan kemerdekaan adalah hak asasi manusia yang harus dilindungi.

Relawan BSMI

Sobat positif menjadi relawan adalah pilihan yang sangat mulia. Dalam penjelasannya sekretaris BSMI menyampaikan bahwa rinsip dasar menjadi relawan BSMI yait sifat ikhlas serta jiwa kerelawanan untuk membantu dan menolong sesama. Menanamkan keikhlasan pada setiap relawan adalah landasan dasar adalam merekrut serta menagajak setiap individu untuk tergabung dalam BSMI. Bagi sebagian Sobat Positif mungkin memandang BSMI adalah  NGO tempat berkumpulnya insan-insan relawan dengan latar profesi dan pendidikan di bidang kesehatan, namun ternyata  menjadi relawan BSMI tidak mesti berlatar belakang Medis walau BSMI sangat perhatian pada bidang Medis dan sosial kemanusiaan, Sebab pengggulangan bencana dan kemanusiaan semua aspek ilmu harus bekerjasama bahu membahu untuk bisa memberikan yang terbaik yang terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dibalik kiprah relawan-relawan tangguh dalam menangani bencana dan masalah kemanusiaan tentunya ada pembekalan yang memadai dan menunjang skill dan pengetahuan relawa. Untuk mempersiapkan relawan yang terampil dan berkompeten BSMI minimal 1 tahu sekali mengadakan diklatsar (Pendidikan dan Pelatihan Dasar) yang meliputi materi Jiwa Kerelawanan, keterampilan P3K, dapur umum, Rescue dan sebagainya. Dan juga aktif menyertakan relawan dalam event –event yang di selenggrakan oleh BNPB dan sebagainya.

 

Basrah Nasution

Basrah Nasution

Dengan aksara menjaga zaman, memuliakan peradaban.

Leave a Reply