Celotehan Ummi Yana, Menasehati Tiada Henti

Dia adalah seorang ibu rumah tangga, orangtua kekinian yang juga merasakan tantangan zaman dalam membesarkan anak. Faktor kekinian di bidang teknologi ditambah pergaulan kekinian yang sangat membuat cemas dan was-was menuntut orangtua butuh pengetahuan dan strategi dalam membesarkan dan membimbing anak. Ummi Yana, seorang ibu rumah tangga yang aktif menulis di viral media sosial dan juga pegiat komunitas sedekah di Jombang Jawa Timur, begitu ia menyebut dirinya ketika berdialog dengan tim Indonesia Positif. Ibu yang sangat peduli dengan kehidupan sosial ini memiliki Fanpage Facebook dengan nama “Celotehan Ummi Yana” (sudah dihapus oleh Facebook). Lewat  Fanpage ini Ummi Yana memiliki banyak followers yang kebanyakan adalah ibu rumah tangga. Lewat media sosial Fanpage Facebook Ummi Yana aktif berbagi informasi untuk para orangtua dalam menjaga anak-anak dari perilaku buruk dan lingkungan buruk yang dapat mengubah perilaku anak-anak.

Ummi Yana menyebutkan dua tahun belakangan ini, salah satu bahasan yang sangat fokus diperhatikan Ummi Yana adalah mengenai perilaku menyimpang LGBT. Berbagi nasihat lewat tulisan mengenai LGBT ia sampaikan lewat viral media sosial. Ummi Yana sangat prihatin dengan kondisi penyimpangan LGBT ini, antusianya semakin tinggi untuk menyadarkan para LGBT ketika mendengar kabar di kampung halamannya Balikpapan ada pelaku LGBT yang meninggal akibat aids, “ saat saya pulang ke balik papan dan mendengar salah satu tetangga yang banci meninggal dunia, karena Aids”, ujar Ummi Yana. Ummi Yana dalam perjuangannya menyelamatkan generasi bangsa lewat celotehan nasihat mendapat banyak hambatan seperti postingan dihapus oleh facebook, dibully oleh LGBT dan dikirimi pesan menentang lewat inbox dari kalangan pro LGBT. Rintangan ini dihadapi Ummi Yana penuh kesabaran, ia fokus memberi nasihat kepada mereka yang mau mendengar nasihatnya dan mengabaikan bully-an dari orang-orang pro LGBT.

Sobat Positif, mengutip pernyataan sikap dari Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PP PDSKJI), yang dilayangkan 19 Februari 2016 menyebutkan bahwa homoseksual dan biseksual dapat dikategorikan sebagai orang dengan masalah kejiawaan (ODMK). Rujukan dari para ahli ini semakin menguatkan orangtua bahwa ketertarikan sesama jenis (homoseksual) bukanlah fitrah yang dibawa dari lahir. Ummi Yana meyakini betul bahwa perubahan sikap anak-anak yang tertular perilaku homoseksual tidak lepas dari cara orangtua dalam membesarkan mereka, Ummi Yana menilai umumnya para pengidap perilaku menyimpang LGBT adalah anak-anak yang melewati masa kecil tidak sempurna, mereka adalah anak-anak yang kehilangan bagian ‘puzzle’ orangtua idaman. Orangtua tidak hadir secara fisik maupun kasih sayang. Selain itu, Televisi adalah corong penyampaian pesan LGBT paling sempurna. Ummi Yana berpendapat bahwa sangat mudah sekali di temui karakter banci di berbagai program TV. Program musik, sinetron, reality show dll banyak menampilakn pria-pria melambai menghiasi layar kaca.

Ummi Yana saat ini berusaha mewujudkan gagasannya untuk membuka “Rumah Pendampingan” SSA (Same Sex Attraction) atau ketertarikan sesama jenis di Jombang, hal ini mengingat jumlah remaja LGBT menurut Ummi Yana di Jombang tidak main-main. Aksi-aksi celotehan Ummi Yana yang sarat akan nasihat lewat sosial media bukan hanya sekedar kata-kata, karena memang beliau juga bergerak didunia nyata untuk merangkul generasi yang sedang diserang dari segala arah. Bagi Ummi Yana diamnya orang-orang baik akan menyebabkan kaum LGBT bergerak bebas dalam menularkan penyimpangan perilakunya. Sobat Positif, Kegigihannya selama ini tidak lepas dari rasa sayangnya kepada anaknya yang ia jaga agar tidak tumbuh dan berkembang di lingkungan para pengdidap perilaku menyimpang LGBT. Begitulah Ummi Yana berceloteh , menasihati tiada henti.

Basrah Nasution

Basrah Nasution

Dengan aksara menjaga zaman, memuliakan peradaban.

Leave a Reply