Dari Pulau Saronde, Kembali Menambah Cinta Tanah Air

Indonesia, begitulah rangkaian huruf yang menyatu untuk sebutan negara ini. Negara yang menjadi tempat aku dan mungkin kalian terlahir, berpijak dan tumbuh atau bisa jadi sekedar sebuah kebangsaan yang telah diturunkan.

Indonesia, layaknya khalayak sering melihat di televisi, ada banyak persepsi tentang Indonesia meski dari anakbangsa sendiri. Cintakah pada Indonesia? Mengapa harus mencintai Indonesia yang disana banyak ditemukan tindakan keji tak manusiawi yang sering disebut korupsi, negeri yang masih memiliki banyak pengangguran, negeri yang membingungkan bagi sebagian orang. Nah, ternyata tak sengaja kami menemukan salah satu jawabannya. Sobat Positif, kali ini kita akan mencoba mengenal Indonesia lebih jauh dan mulai menemukan jawaban dari pertanyaan, cintakah pada Indonesia?

Inilah satu dari hamparan bumi Indonesia, ialah pulau Sulawesi yang menjadi destinasi kita kali ini. Untuk kalian yang memilih penerbangan dari Jakarta, bisa searching tiket Jakarta-Gorontalo atau untuk kalian dari manapun di Indonesia, Gorontalo adalah bandara terdekat menuju destinasi kita kali ini. Perjalanan dimulai dari pelabuhan Kwandang untuk dapat menyeberang lautan menuju pulau tak berpenghuni itu, alias tak ada penduduknya. Kami datang pada hari Jumat, dan ternyata tak ada perahu umum menuju kesana kecuali hari Sabtu-Minggu. Jika ingin menyeberang laut, harus menyewa perahu tersebut seharga Rp 325.000 rupiah dengan kapasitas maksimal 10 orang, Kapal tersebut akan mengantar dan menunggu, jika hanya sebentar saja di pulau saronde. Tenang saja, jika mau bermalam pun perahu akan menjemput keesokan harinya, kita akan diberikan nomor handphone pengemudi perahu mesin itu dan pembayaran dilakukan saat dijemput. Tak perlu lama menunggu, untuk kita yang memutuskan untuk mengunjungi Saronde, alam telah menyambut dengan bersahaja. Laut biru, langit biru, angin sepoi-sepoi dan pemandangan pulau-pulau lain telah menarik perhatian, ditambah sensasi percikan air yang tak mau kalah menyapa. Ini luar biasa, berdirilah di bagian depan perahu (jika berani, hehe) dan rasakan ketenangan, keindahan dan kenikmatan yang akan membuatkmu tersenyum lebar dan mungkin tak sadar wajahmu semakin berseri. Itulah yang kami rasakan dalam perjalanan menyusuri laut biru yang ajaib, terhampar dengan gradasi warna mulai dari yang seperti hijau toska, biru muda, biru laut dan langit biru dipadukan dengan hamparan hijau samar-samar dari pulau yang Nampak dari kejauhan. Kami semakin yakin bahwa Saronde tidaklah biasa saja, ini perjalanan yang luar biasa dan tentunya tak berani saya membayangkan bagaimana indahnya Saronde itu sendiri. Nikmati saja perjalanan di laut menuju Saronde, di tengah laut dengan perahu mesin. Perjalanan kurang lebih selama 30 menit yang cukup untuk kita benar-benar melihat dengan seksama indahnya laut.

Semakin jauh perahu melaju, semakin ingin menemukan jawaban, semakin berdebar hati menemukan keindahan sesungguhnya di balik perjalanan menyenangkan ini. Saatnya tiba, dari jauh mulai terlihat pasir putih dan pepohonan yang terlihat samar, itulah Saronde yang di maksud.

saronde 1
Perahu menuju Pulau Saronde
saronde2
Percikan air laut menuju Pulau Saronde

Saat turun dari kapal dan menginjakkan kaki di pasir putih dan cobalah untuk melihat sekeliling. Waaaaw….speechless, dan memang tak perlu berkata-kata, karena mata terus berputar melihat sekeliling dan hati berdegup kencang, inilah keindahan yang tercipta oleh Nya. Saronde Island yang memiliki beragam pesona keindahan, bukan hanya pantas sebagai tempat berselfie ria, tapi ini layaknya syurga di dunia (meski belum pernah masuk syurga, hehe), begitulah kira-kira saya mendeskripsikan keindahan yang luar biasa, sempurna penciptaan Nya, saya sampai meneteskan air mata karena kagum atas keindahannya.

Sampai di pulau Saronde pagi hari waktu yang tepat, saat langit cerah dan angin pun tidak terlalu kencang. Pada hari Jumat mengunjungi pulau tersebut, memang tidak ditemukan siapa-siapa hingga akhirnya kami menghubungi kontak yang tertera di cottage pulau tersebut dan yang tinggal di pulau tersebut hanyalah kami dan beberapa petugas yang awalnya mereka berada di pulau lain.
Mari memulai petualangan di pulau Saronde.

Setelah sampai di pulau Saronde, sayang jika tidak bermalam, menikmati sehari saja di pulau Saronde jangan lewatkan momen sun set dan sun rise dari Pulau tersebut. Pilihan tempat bermalam, dapat temukan cottage darat ataupun cottage laut yang dengan kisaran harga mulai dari Rp 300.000. Cottage laut tentunya menarik perhatian, sangat unik dan asyik dapat melihat laut saat membuka jendela, belum lagi anginnya dan deburan ombak yang terdengar, tapi di cottage laut tidak tersedia toilet. Silahkan ppilih cottage terbaikmu.

Picture4
Cottage laut, pilihan untuk merasakan sensasi hidup diantara birunya laut.
Picture3
Cottage Darat, tempat menikmati suasana rumah minimalis ala Pulau Saronde.

Pagi hari habiskanlah untuk bermain air atau berenang karena menjadi waktu yang tepat untuk bermain di saat matahari tidak terlalu terik. Cobalah berkeliling pulau, hanya menghabiskan waktu sekitar 45 menit dengan berjalan kaki, itupun sambil foto-foto atau bermain-main sebentar. Nah, ada fenomena unik dari pulau Saronde, dalam sehari ada waktu dimana air naik dan air turun. Jadi kelilingilah pulau Saronde saat air sedang turun jika ingin dengan nyaman berjalan di pinggiran pulau yaitu setelah sun rise. Saat air naik, kita bahkan bisa berenang di salah satu sisinya tanpa harus berusaha melawan ombak, karena genangan airnya mencapai sekitar 1 meter, dan kalau saat air turun bagian tersebut akan kosong. Setelah melihat sun rise, cobalah perhatikan air yang menggenang tersebut akan kosong, namun lama kelamaan akan mulai naik dan terisi air saat matahari telah terlihat terang.

Picture5
Saat Air Pulau Saronde Turun
Picture6
Saat Air Pulau Saronde Naik

Pulau Saronde juga dihiasi oleh pemandangan laut dan pulau-pulau sekitarnya. Salah satu sisi Pulau Saronde, terdapat bebatuan yang bertumpuk dengan uniknya, bentuk batu menyerupai batang-batang pohon dan bagaikan tumpukan batu yang disusun, ukurannya besar dan berwarna hitam. Di bagian lain, ada juga pemandangan jajaran pohon cemara yang menghiasi pulau Saronde diantara hamparan pasir putih dan bentangan laut biru yang menyatu dengan langit.

Picture7
Menyapa sun rise di Pulau Saronde.
Picture9
Keindahan Pulau Saronde dalam eksotisme sun rise.
Picture10
Sisi bebatuan Pulau Saronde
Picture12
Jernihnya Air di Pulau Saronde menuju cottage laut
Picture13
Barisan pohon cemara Pulau Saronde
Picture14
Pulau Saronde yang memikat
Picture15
Bermain dan mengukir cinta pada Indonesia di pulau Saronde ke dalam dadamu.

Inilah Saronde, tempat kita mengenal Indonesia dari sisi lain, dari keindahan yang siapapun takjub padanya. Masih pantaskah kita menghina negeri yang indah ini? Kita hanya perlu mengenali Indonesia lebih dalam. Jika masih ada menemukan kata atau pernyataan yang mengatakan bahwa tak punya alasan untuk bangga terhadap Indonesia, mungkin ia belum pernah melihat Indonesia lebih jauh. Salam negeriku, negeri yang indah dengan kesempurnaan penciptaan Nya.

Siti Khodijah Parinduri

Mahasiswa Magister Manajemen Pelayanan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat UI

Leave a Reply