Fenomena Imsakiyah di Indonesia

11393267_399704296892820_7662499584293427368_o

Assalamualaikum, Wr. Wb

apa kabar sobat positif? gak nyangka y uda mau masuk bulan suci Ramadhan. artinya sebulan lagi lebaran sob ๐Ÿ˜€ hehehe

btw anyway busway ada yang menarik nih kalo pas waktu gini. Di mesjid-mesjid mulai lah bertebaran lembaran-lembaran sakti. Gimana gk sakti sob, karna lembaran itu yang bakal di pantengin tiap pagi dan sore hari. apa itu?? yupss, itulah lembar “Jadwal Imsakiyah”ย .

 

Dalam selebaran jadwal imsakiyah ini sob, ditetapkan sebuah waktu khusus yang tidak ada di bulan-bulan lain. Waktu tersebut disebut โ€œwaktu imsakโ€. Waktu imsak ini biasanya ditetapkan 10 menit sebelum waktu shalat subuh (waktu fajar). Yang dipahami masyarakat, saat waktu imsak tiba, orang-orang yang akan berpuasa di hari itu tidak boleh lagi makan, minum, atau melakukan hal-hal lainnya yang diperbolehkan syariat. Yang dipahami masyarakat, โ€œwaktu imsakโ€ menjadi awal mula waktu berpuasa di hari itu.

Benarkah pemahaman semacam ini? Benarkah Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallammenetapkan adanya โ€œwaktu imsakโ€ 15 menit sebelum waktu fajar tiba?

Sobat positif, mari kita pahami bersama penjelasan Syekh Shalih Al-Munajjid berikut ini. Semoga bermanfaat.

Pertanyaan:

Di sebagian negeri terdapat waktu yang terletak sekitar 10 menit sebelum fajar, yang disebut โ€œwaktu imsakโ€. Pada waktu imsak tersebut, orang-orang mulai berpuasa dan menahan diri dari makan dan minum. Apakah perbuatan semacam ini benar?

Jawaban:

Alhamdulillah โ€ฆ.

Perbuatan semacam itu tidak benar, karena Allah taโ€™ala memperbolehkan orang yang berpuasa untuk makan dan minum sampai jelas terbitnya fajar. Allah berfirman,

ูˆูŽูƒูู„ููˆุง ูˆูŽุงุดู’ุฑูŽุจููˆุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุชูŽุจูŽูŠู‘ูŽู†ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุทู ุงู„ุฃูŽุจู’ูŠูŽุถู ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุทู ุงู„ุฃูŽุณู’ูˆูŽุฏู ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู

โ€œMakan dan minumlah hingga tampak jelas untukmu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.โ€ (Q.s. Al-Baqarah:187)

Juga telah diriwayatkan oleh Al-Bukhari (no. 1919) dan Muslim (no. 1092) dari Ibnu Umar dan Aisyah radhiallahu โ€˜anhum bahwa Bilal berazan pada suatu malam, kemudian Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ูƒูู„ููˆุง ูˆูŽุงุดู’ุฑูŽุจููˆุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุคูŽุฐู‘ูู†ูŽ ุงุจู’ู†ู ุฃูู…ู‘ู ู…ูŽูƒู’ุชููˆู…ู ุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ุง ูŠูุคูŽุฐู‘ูู†ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุทู’ู„ูุนูŽ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู

โ€œMakan dan minumlah hingga Ibnu Ummi Maktum berazan. Dia tidaklah mengumandangkan azan hingga fajar terbit.โ€

An-Nawawi rahimahullah berkata, โ€œDalam hadits tersebut terdapat pembolehan makan, minum, berhubungan badan antara suami-istri, dan seluruh hal (yang diperbolehkan syariat, pent.) hingga fajar terbit. (Syarh Shahih Muslim, 7: 202)

Al-Hafizh Ibnu Hajar mengutarakan, dalam Fathul Bari, 4:199, โ€œDi antara bidโ€™ah yang mungkar adalah amalan yang dikarang-karang pada zaman ini, yaitu seseorang mengumandangkan azan kedua sebelum fajar terbit, (azan tersebut dikumandangkan) pada sekitar sepertiga jam (kurang lebih 20 menit sebelum fajar, pent.) saat Ramadhan. dan diiringi dengan memadamkan lampu sebagai tanda dilarangnya makan dan minum bagi orang yang hendak berpuasa, dengan anggapan orang yang melakukannya sebagai bentuk kehati-hatian dalam beribadah.

Syekh Ibnu Utsaimin ditanya tentang sebagian orang yang membatasi waktu imsak sebelum fajar, sekitar seperempat jam sebelumnya. Beliau menjawab, โ€œIni termasuk bidโ€™ah, tidak ada landasannya dari As-Sunnah. Akan tetapi, yang benar, As-Sunnah berkebalikan dengan itu, karena Allah berfirman dalam kitab-Nya Al-โ€˜Aziz,

ูˆูŽูƒูู„ููˆุง ูˆูŽุงุดู’ุฑูŽุจููˆุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุชูŽุจูŽูŠู‘ูŽู†ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุทู ุงู„ุฃูŽุจู’ูŠูŽุถู ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุทู ุงู„ุฃูŽุณู’ูˆูŽุฏู ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู

โ€œMakan dan minumlah hingga tampak jelas untukmu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.โ€ (Q.s. Al-Baqarah:187)

Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pun bersabda,

ุฅู† ุจู„ุงู„ุงู‹ ูŠุคุฐู† ุจู„ูŠู„ ููƒู„ูˆุง ูˆุงุดุฑุจูˆุง ุญุชู‰ ุชุณู…ุนูˆุง ุฃุฐุงู† ุงุจู† ุฃู… ู…ูƒุชูˆู… ุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุง ูŠุคุฐู† ุญุชู‰ ูŠุทู„ุน ุงู„ูุฌุฑ

โ€œBilal berazan pada suatu malam, maka makan dan minumlah hingga Ibnu Ummi Maktum berazan. Dia tidaklah mengumandangkan azan hingga fajar terbit.โ€

Waktu imsak yang ditentukan oleh sebagian orang ini merupakan tambahan yang tidak diwajibkan Allah โ€˜azza wa jalla. Dengan demikian, amalan ini batil dan tergolong tindakan melampau batas dalam agama Allah. Sungguh, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam telah bersabda,

ู‡ูŽู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ู…ูุชูŽู†ูŽุทู‘ูุนููˆู†ูŽ ุŒ ู‡ูŽู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ู…ูุชูŽู†ูŽุทู‘ูุนููˆู†ูŽ ุŒ ู‡ูŽู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ู…ูุชูŽู†ูŽุทู‘ูุนููˆู†ูŽ

โ€œCelakalah orang-orang yang melampaui batas, celakalah orang-orang yang melampaui batas, celakalah orang-orang yang melampaui batas.โ€ (H.r. Muslim, no. 2670)

(Sumber: http://islamqa.com/ar/ref/12602/)

Jadi gitu sob,ย ย Waktu imsak yang sebenarnya adalah waktu shalat subuh itu sendiri. Jadi, selama 10 menit sebelum azan subuh, seseorang tetap boleh makan, minum, dan melakukan hal lainnya yang diperbolehkan syariat.

Semangat beribadah dan sikap ekstra โ€œhati-hatiโ€ yang tidak pada tempatnya justru akan berseberangan dengan syariat Islam. Agama ini telah sempurna, sehingga kita tidak perlu repot-repot mengarang-ngarang aturan baru di dalamnya. Beramal berdasarkan tuntunan Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam adalah jalan yang paling mudah dan paling selamat. Semoga Allah berkenan menerangi jalan kita menuju amalan yang dicintai dan diridhai-Nya. Amin yaa robbal ‘alamin
sumber

Leave a Reply