FIM Sumut Renovasi Rumah Belajar di Desa Lingkar Sinabung

Forum Indonesia Muda Regional Sumatera Utara (FIM Sumut) bersama dengan Generasi Cakrawala, relawan FIM Sumut, pada Sabtu (24/2) melakukan kegiatan merenovasi rumah belajar di Desa Perbaji, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

sumber gambar : Dokumentasi FIM Sumut

Desa Perbaji adalah salah satu desa di lingkar kaki Gunung Sinabung. Meskipun beberapa hari sebelumnya Gunung Sinabung kembali mengalami erupsi, hal ini tak menyurutkan semangat para pemuda ini untuk mengunjungi adik-adik di Desa Perbaji. Terlihat dari wajah-wajah ceria para relawan sejak berangkat dari Medan hingga kembali pulang dari Tanah Karo.

sumber gambar : Dokumentasi FIM Sumut

Rumah belajar ini sebelumnya telah didirikan sejak dua tahun lalu oleh Aliansi Pemuda Peduli Bencana. Namun, tahun lalu terpaksa dipindah tempat dan masih perlu direnovasi.

Kegiatan bertajukĀ  “Satu Warna Untuk Anak-Anak Cakrawala” ini berlangsung selama dua hari, yaitu Sabtu hingga Ahad. Hari pertama, para relawan menggelar lapak baca di jambur desa. Sementara itu, rumah belajar dibersihkan, dirapikan, dan dicat ulang.

Selain itu, ada pula sosialisasi Hidup Sehat Sejak Dini (HISENI), berupa sosialisasi tata cara mencuci tangan yang baik. Untuk melatih kreativitas dan menanamkan semangat berhemat sejak dini, ada pula tutorial pembuatan celengan dari botol air mineral.

Malam harinya, adik-adik diajak untuk menonton film bersama di jambur desa.

sumber gambar : Dokumentasi FIM Sumut

Ahad pagi (25/2), adik-adik Desa Perbaji berkumpul di halaman sekolah dan bermain berbagai permainan tradisional, seperti lomba makan kerupuk, masukkan paku ke dalam botol, dan membawa kelereng dengan sendok.

sumber gambar : Dokumentasi FIM Sumut
sumber gambar : Dokumentasi FIM Sumut

Penutupan kegiatan ini sekaligus menjadi pembukaan kembali Rumah Belajar Cakrawala Desa Perbaji.

sumber gambar : Dokumentasi FIM Sumut

Adik-adik di Desa Perbaji mengaku bahagia karena kehadiran Generasi Cakrawala FIM Sumut ke desa mereka.

“Kami senang, antusias, dan semoga abang-kakak tidak hanya kali ini saja ke mari, tapi dalam kesempatan lain juga”, ujar Natalia (14), salah satu anak yang memberi kesan dan pesan pada acara penutupan kegiatan ini.

Ida Mayasari

seorang pejuang

Leave a Reply