Gaya Unik SMK Darussalam Tinggalkan Coret-Coret

April memang menjadi bulan yang menegangkan bagi para pelajar di seluruh Indonesia. Karena bulan April merupakan bulan pelaksanaa UN atau Ujian Nasional setiap tahunnya. Terlebih tahun 2015 paket soal Ujian Nasional setiap siswa berbeda-beda. Dapat dibayangkan bagaimana perasaan tegangnyasiswa menghadapi itu. Tapi tenang guys, belajar akan menjadi solusihandal. Tidak ada orang yang gagal karena belajar.
Berbicara mengenai Ujian Nasional, party after class tidak pernah ketinggalan dilakukan oleh para siswa. Banyak cara untuk merayakan berakhirnya ujian Nasional. Salah satu cara yang sering dilakukan siswa adalah dengan mewarnai baju sekolah. Kegiatan ini dinamakan dengan “coret-coret”. Mungkin secara tidak langsung, para pelajar ingin memproklamasikan bahwa sekolah sudah berakhir dan mereka tidak akan menggunakan baju sekolah itu lagi. Aksi seperti ini dilakukan di jalan raya, jika massa terlalu banyak, maka marak kali menimbulkan kemacetan di jalan. Sehingga aksi ini akan menambah list pekerjaan polisi untuk menjaga keamanan dan tidak timbul kericuhan akibat aksi “coret-coret” yang dilakukan para siswa. Tidak hanya polisi yang kewalahan, sekolah-sekolah ikut menanggung malu jika sampai kericuhan timbul. Himbauan sekolah-sekolah kepada para siswa juga telah dilakukan oleh beberapa sekolah di kota Medan guna menghindari terjadinya aksi coret-coret ini.


Namun berbeda dengan siswa sekolah SMK Darussalam Medan. Sekolah ini tidak melarang siswanya dalam melakukan aksi “melepas stress” akibat Ujian Nasional. Namun, pihak sekolah malah ikut merayakan berakhirnya ujian bersama para siswa. Nonton bareng menjadi pilihan pihak sekolah. Usai ujian Nasional dilaksanakan tepatnya hari kamis 15 April 2015, pihak sekolah langsung membawa para siswa kelas XII SMK Darussalam Medan bergegas pergi ke Bioskop Palladium Medan. Guru Besar HOS Tjokroaminoto menjadi pilihan tontonan. Selain memajukan perfilman Indonesia, dengan nonton bareng film Guru Besar HOS Tjokroaminoto dapat menjelaskan kepada para siswa mengenai sejarah bangsa Indonesia. Tidak hanya itu, tapi dengan melakukan nonton bareng sendiri telah mengalihkan perhatian para siswa dari tradisi hura-hura usai ujian.

Keseruan nonton bareng siswa dan guru SMK Darussalam Medan usai UN

Eva Mugdhiyana kepala sekolah muda SMK Darussalam Medan mengatakan “Ide nonton bareng sudah ada sebelum ujian berlangsung, namun kesempatan waktu baru ada setelah Ujian Nasional selesai. Nobar ini juga masih perdana dan tergolong dadakan, namun untuk planning yang dadakan, kami bisa mengatakan Nobar berhasil membuat siswa terhindar dari kegiatan yang tidak baik seperti coret-coret. Menurut pantauan kami, sampai saat ini, tidak ada siswa SMK Darussalam yang melakukan aksi coret-coret“.

Enggar, siswa kelas XII SMK Darussalam mengatakan “nobar yang dilaksanakan oleh sekolah salah satu kegiatan positif dari pada convoy di jalan atau coret-coret, apalagi film Guru Besar HOS Tjokroaminoto yang kami tonton itu film sejarah bangsa Indonesia, jadi memberi lebih banyak pesan sejarah lagi buat kami.” Tidak hanya Enggar saja, namun hal itu juga dirasakan oleh siswa lainnya yang ikut serta dalam nonton bareng, Ariestu yang mengatakan “ nonton bareng itu kegiatannya positif dan sangat menyenangkan karena tidak hanya siswa-siswa aja yang ikut, guru-guru juga ikut serta. Jadi menambah tali persaudaraan juga antara guru dan siswa SMK Darussalam”.
Aksi “melepas stress” usai ujian memang tidak dapat dielekkan. Tapi dapat dialihkan kearah yang lebih positif. Kegiatan yang dilakukan oleh sekolah SMK Darussalam Medan salah satu contohnya. Menambah wawasan siswa karena film bersifat edukasi dan juga meningkatkan ikatan kekeluargaan yang lebih baik antara guru dan siswa. Semoga saja, kegiatan Nobar dari SMK Darussalam menjadi inspirasi dan trend baru bagi sekolah lainnya untuk mengambil andil dalam merayakan berakhirnya Ujian Nasional. BEING A TRENDSETTER ? WHY NOT !

Geubrina Rizky

Seorang hamba yang sedang berjuang merealisasikan mimpi dan mecoba membagi melalui untaian kata

5 thoughts on “Gaya Unik SMK Darussalam Tinggalkan Coret-Coret

  • June 21, 2015 at 6:28 am
    Permalink

    keren. sekolah tidak melarang, tapi malah memberikan alternatif dan solusi.
    bisa ditiru nih sama sekolah-sekolah lain 🙂

    Reply
    • June 27, 2015 at 5:44 am
      Permalink

      Iya bener.. dan hal ini yang harus kita publikasikan lebih luas, agar sekolah lain minimal juga melakukan hal yang sama atau membuat inovasi yang lebih baik lagi untuk menghindari hal yang mungkin kurang beretika

      Reply
  • June 29, 2015 at 7:34 pm
    Permalink

    Wahhhh. Bagus banget SMK Darussalam, meminimalisasi kerja polisi. Coba semua sekolah kayak gini, gak perlu kali polisi razia siswa convoy dijalanaan.. prok prok buat SMK Darussalam

    Reply
  • June 29, 2015 at 7:37 pm
    Permalink

    Ada 2 orang dari smk darusalam yang kerja sbagai animator dalam pembuatan kantun bg jarwo dan adit itu. Bagus la, ciptakan terus inovasi biar siswanya makin berkualitas

    Reply

Leave a Reply