Ilyas dan Gaya Pergaulan Hijau

Sobat Positif, isu terkait lingkungan dan alam adalah pembahasan yang tak kunjung usai selama kita masih hidup di dunia. Ini adalah hal yang wajar mengingat kita tinggal di dunia ini berdampingan dengan berbagai macam lingkungan dan kondisi alam. Ide-ide kreatif untuk menyelamatkan lingkungan serta alam dari kerusakan banyak didengungkan oleh para penggiat lingkungan hidup. Bahkan bukan hanya sebuah inovasi yang dimunculkan melainkan juga jati diri yang peduli dengan lingkungan. Memiliki jati diri yang ramah lingkungan tentu sesuatu yang positif, karena mereka yang memiliki jati diri ramah lingkungan tentu sangat bersahabat dengan alam. Jati diri ini perlu untuk setiap insan mulai dari warga biasa hingga pemimpin negeri.

Green Leader, sebuah kata yang pas untuk mereka orang-orang yang memimpin dengan mengikutsertakan lingkungan alam sebagai faktor pertimbangannya dalam mengusung kebijakan untuk kepentingan publik. Namanya adalah Ilyas Dede Saputra, sosok mahasiswa Pertanian Universitas Udayana Bali. Beliau aktif dalam komunitas “Healthy Food Healthy Living” dan Sobat Bumi Indonesia. Ilyas adalah pemuda yang menginisisasi sebuah green action pasar organik di Sanur, program barter botol bekas dengan sayur dan beras organik di lapangan Renon, bersih-bersih pantai Mertasari, hingga penanaman dan pembersihan area mangrove di Tuban. Ketua Organisasi Sobat Bumi Bali 2014 dan Healthy Food Healthy Living ini juga terlibat dalam aksi penyuluhan untuk masyarakat Banjar Sanur mengenai proyek Bank Minyak, yang berfungsi mengolah minyak jelantah menjadi biodiesel.  Ilyas adalah salah satu anak muda Indonesia yang memiliki kepedulian dengan lingkungan dan alam. Sebagai calon pemimpin Ilyas ingin menjadi pemimpin yang berjiwa peduli lingkungan atau bisa disebut Green Leader.

Saat tulisan ini dibuat Ilyas sedang mengikuti ajang Hilo Green Leader. Hilo Green Leader merupakan merupakan ajang kompetisi anak muda Indonesia untuk mendapatkan dana dukungan dalam rangka mengikuti konferensi lingkungan tingkat dunia. HiLo Green Leader mencari sosok pemimpin yang peduli terhadap isu lingkungan, berinisiatif tinggi dan mampu menggerakkan serta menjembatani komunitas-komunitas untuk melakukan aksi hijau yang menginspirasi masyarakat luas, agar masyarakat semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup. Ilyas  mengikuti Hilo green leader karena ingin menghadiri konfrensi lingkungan COP 21 Paris. Sebagai ketua Sobat Bumi Bali 2014, Ilyas ingin komunitasnya mengetahui isu lingkungan dunia melalui dirinya dan Ilyas ingin komunitasnya menjadi bagian dari solusi isu lingkungan dunia tersebut. Keikutsertaan Ilyas dalam Hilo Green Leader juga didorong oleh hasrat untuk terus belajar mengenai lingkungan. Dengan ajang ini Ilyas berharap menemui anak-anak muda hebat yang tergabung dalam Hilo Green Leader yang dapat berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai program lingkungan dan isu lingkungan.

Green Project yang saat ini sedang fokus diusung oleh Ilyas adalah proyek Bank Minyak. Proyek ini sekligus menjadi amunisi Ilyas untuk bisa menang dalam ajang Hilo Green Leader. Proyek ini ia lakukan bersama dengan anak-anak Sobat Bumi Bali di salah satu banjar di Desa Sanur, Bali. Proyek tersebut  belum sepenuhnya berjalan, masih perlu pendekatan lebih jauh lagi ke masyarakat. Latarbelakang proyek hijau ini dilakukan karena banyaknya minyak jelantah hotel yang dijual kembali kepada masyarakat terutama pedagang kaki lima, ataupun di buang begitu saja ke TPA ataupun sungai. Menurut Bali lengis Hijau minyak jelantah yang dihasilkan per hari sekitar 2.500 liter dan di duga minyak jelantah tersebut di jual kembali kepada pengepul yang digunakan oleh pedagang kaki lima ataupun di buang ke TPA dan sungai begitu saja yang akhirnya akan merusak kesehatan masyarakat dan lingkungan. Maka dari itu proyek hijau ini lahir untuk menyadarkan masyarakat agar berhati hati dalam membeli makanan juga dalam menggunakan minyak jelantah. Bekerja sama dengan Bali Lengis Hijau minyak jelantah yang terkumpul akan diubah menjadi biodiesel.

Ilyas berharap proyek ini dapat berjalan lancar sehingga banyak masyarakat yang menjadi bagian di dalamnya, selain itu Ilyas berharap banyak pedagang kaki lima ke depannya menjadi bagian dalam proyek ini, sehingga kedepan semakin banyak minyak jelantah yang membahayakan kesehatan masyarakat dan lingkungan yang dijadikan biodiesel oleh Bali Lengis Hijau. Sebagai seorang mahasiswa jurusan Pertanian dengan konsentarsi dibidang Ilmu Tanah dan Lingkungan, Ilyas mengaku sangat terbantu dengan latar belakang pendidikannya tersebut dalam melaksaakan aksi hijau ini. Khusunya Ilyas merasa terbantu oleh matakuliah AMDAL yang membahas limbah yang dihasilkan dan penanggulangannya

sebagai anak muda sudah sepantasnya kita berkarya untuk menyelamatkan lingkungan. Mulai dari dirimu lalu rumah mu kemudian lingkungan sekitarmu. (Ilyas Dede Saputra)

Pola hidup green life , sudah seharusnya tertanam dalam jiwa manusia terutama anak muda Indonesia. Gaya pergaulan hijau begitu Ilyas menyebutkannya, Ilyas yakin Indonesia akan nyaman ketika jutaan anak muda menerapkannya. Gaya hidup hijau membuat sehat jiwa , raga dan lingkungan. Ilyas percaya kedepan gaya hidup hijau akan menjadi gaya hidup yang trendy/gaul yang akan diikuti oleh banyak anak muda Indonesia dan sekarang terbukti melalui kegiatan Hilo Green Leader. Menurut Ilyas sosok Green Leader adalah sosok yang mau belajar, berbagi, bergerak bersama, sosok yang selalu merasa kurang ilmu dan terus belajar dari siapapun dan membagi apa yang ia ketahui. Terakhitr Ilyas menyebutkan, “Sebagai anak muda sudah sepantasnya kita berkarya untuk menyelamatkan lingkungan. Mulai dari dirimu lalu rumah mu kemudian lingkungan sekitarmu”.

Basrah Nasution

Basrah Nasution

Dengan aksara menjaga zaman, memuliakan peradaban.

Leave a Reply