Jalan yuk!!

Definisi jalan, mencoba mendefinisikan jalan sebagaimana yang dipahami dalam kehidupan sehari-hari. Kata jalan, biasa digunakan untuk menyebutkan alamat, yaitu rumah saya di jalan Jamin Ginting misalnya, atau ada pula pernyataan mungkin memang sudah begini jalannya, bisa juga dalam sebuah percakapan jalan-jalan kemana nih liburan kali ini? Apapun definisi yang tercantum dalam KBBI sebenarnya, saya ingin mengajak sobat positif mengenai jalan yang bisa kita maknai dengan aktivitas fisik melangkahkan kaki menyusuri jalan. Yuk kita jalan..

Seberapa sering kamu jalan? Gak usah dijawab. Hanya sebagai refleksi diri aja, sejauh mana kita akrab dengan jalan kaki seiring berkembangnya kehidupan yang merupakan dampak globalilsasi, salah satunya dengan semakin mudahnya transportasi. Mulai dari jarak jauh yang dapat ditempuh menjadi singkat dengan pesawat hingga escalator yang menggantikan tangga manual. Berkat globalisasi pula nampaknya jalan kaki menjadi jarang ditemui, bahkan menjadi pilihan terakhir bagi kebanyakan dari kita, dengan berbagai alasan, bisa jadi efisiensi waktu, bisa jadi karena fasilitas yang tersedia memang memudahkan, bisa pula karena “malas”. Apapun itu, hampir saja kata jalan kaki jarang didengar sebagai pilihan, lah wong ada becak, ada ojeg, apalagi Go-Jeg, punya motor, ada juga sepeda, atau angkutan lainnya yang memudahkan dan membuat bebas dari kata “jalan kaki”, bagi masyarakat kota khususnya.

Berawal dari terpaksa, ya memang terpaksa jalan, untuk menempuh kampus, berhubung motor tak punya. Inilah awal berkenalan dengan jalan kaki, melewati dan menyusuri jalan dengan melangkahkan satu persatu hingga sampai tujuan. Saat berjalan, bisa saja menemukan beceknya jalan, atau jalan menanjak dan bebatuan, bisa bertemu terik matahari dan rintik ataupun derasnya hujan. Itulah salah satu pertemuan sang pejalan kaki. Ga enak ya? Jika dibandingkan duduk di belakang motor atau dalam mobil yang beratap hingga bebas dari terik atau hujan. Let’s see..

Saya pejalan kaki tulen, berawal dari terpaksa hingga akhirnya mencoba menikmati perjalanan dengan jalan kaki. Hasil dari terpaksa itu justru membuat saya menyukai jalan kaki, dari setiap perjalanan yang sarat makna. Yuk jalan kaki, kamu akan temukan banyak cerita kehidupan disana. Tak perlu bertanya langsung, saat berjalan secara otomatis mata kita akan melihat sekeliling kita, disanalah momen kita layaknya menangkap banyak cerita, dari pemandangan seorang anak yang sedang bermain dengan ayahnya, rerumputan bahkan pepohonan yang seakan bersahabat, dari sekumpulan remaja yang sedang bersenda gurau, dari seorang ibu yang berjalan menggendong anaknya, dari kehidupan para pedagang yang bekerja keras menjajakan dagangannya. Betapa bahagia melihat mereka dengan bahagia menjalani hidup mereka, meski tak perlu berkenalan terlebih dahulu, tapi sebagai pejalan kaki mungkin itu bonus bagi kita. Melihat kebahagiaan dari perjalanan kita yang tentunya menambah kebahagiaan kita.

Yuk jalan lagi. Sayangnya, selain kebahagiaan kita juga harus siap dengan kisah kehidupan yang tak ingin kita lihat. Saat berjalan dan melihat tangan menengadah dengan fisik cacat ataupun luka akibat penyakitnya, mungkin saja luka diabetes yang terlihat pada kakinya, atau saat berjalan kaki engkau melihat nenek yang berjalan sendiri dengan perlahan sambil membawa tongkatnya, bisa juga bertemu adik kecil yang tengah berlari mengejar angkutan untuk dinaiki karena ia akan mengamen disana dan bisa juga saat berjalan akan melihat sebuah kekerasan sang suami pada istrinya. Banyak cerita yang tak kita minta kita lihat disana, mungkin mengerutkan dahi hingga menyayat hati. Dan saat itu kita adalah seorang pejalan kaki yang hanya berhak berjalan kaki menyusurinya.

Lalu, sebenarnya apakah berjalan kaki menyenangkan? Ia bisa saja membuat kita tersenyum dengan pertemuan kisah bahagianya, namun bisa juga membuat langkah terasa berat. Apapun yang kita temui saat berjalan kaki, tetap aktivitas ini penuh akan makna. Pada pertemuan kisahnya, kita dapat belajar dari kehidupan orang lain, dari setiap langkah yang kita jalani seakan mengartikan selalu ada harapan di setiap langkahnya, di setiap langkah yang terasa berat dan sungguh melelahkan ada tujuan yang membuat kita terus berjalan sampai mencapai tujuan. Selain berjalan kaki merupakan aktivitas fisik yang mampu menyehatkan tubuh, berjalan kaki juga sebagai sarana untuk kita belajar. Sarana membuka mata, hati, pikiran kita tentang sekitar, pun sebagai sarana untuk menghargai hidup ini dan terus melangkah untuk sebuah tujuan yang kita yakini. Yuk jalan kaki, nikmati setiap langkah hingga sesampainya di tujuan kita mampu memperoleh banyak hal. Bangga untuk berjalan kaki, yuk jalan kaki. Salam sehat sobat positif!!

Siti Khodijah Parinduri

Mahasiswa Magister Manajemen Pelayanan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat UI

Leave a Reply