KaDo, Hadiah untuk Anak-Anak Indonesia

Sobat, masih ingat dongeng-dongeng di masa kecil kita dulu? Dari nusantara di antaranya ada dongeng Bawang Merah Bawang Putih, Timun Emas, si Kancil, atau kalau dulu Sobat berlangganan majalah Bobo, ada Cerita dari Negeri Dongeng : Oki dan Nirmala. Wah, jadi nostalgia ya, Sob. Kalau dari luar negeri, ada dongeng Cinderella, Snow White, Beauty and the Beast, dan yang lainnya.

Jika dahulu kita kebanyakan mengetahui dongeng dari buku atau majalah yang kita baca, atau juga dari penuturan ayah, ibu, kakek, nenek, yang rajin menceritakannya langsung di waktu senggang atau sebelum tidur, beda halnya dengan zaman sekarang. Di zaman sekarang ini, dongeng dikemas lebih menarik dengan media yang lebih interaktif, salah satunya melalui video atau film animasi.

Berangkat dari kepedulian akan dunia anak-anak, lahirlah sebuah komunitas atau yayasan bernama Kampung Dongeng (KaDo), atau lengkapnya Yayasan Kampung Dongeng Tunas Bangsa. KaDo diprakarsai oleh kak Awam Prakoso, pendongeng tanah air yang namanya tak asing lagi di dunia dongeng anak-anak. Yayasan ini diresmikan pada tanggal 18 Mei 2009. Tak hanya ada di satu tempat, KaDo ternyata sudah merambah ke berbagai provinsi di Indonesia, di antaranya Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan.

Kak Awan sedang mendongeng
Kak Awam sedang mendongeng

Untuk mengetahui lebih jauh tentang KaDo, tim Indonesia Positif sudah berbincang dengan salah satu relawan KaDo cabang kota Medan. Berikut hasilnya,

Apa tujuan didirikannya KaDo?

Kampung Dongeng didirikan dengan tujuan untuk :

  1. Menjadi wadah untuk anak bisa terbiasa mengasah imajinasi mereka
  2. Menyampaikan pesan-pesan positif tanpa kesan menggurui
  3. Menjadi wadah untuk menampung kreativitas anak
  4. Melestarikan kembali dongeng-dongeng sebagai salah satu identitas budaya Indonesia

Apa saja kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh KaDo Medan?

KaDo Medan punya beberapa kegiatan yang sudah rutin diadakan, yaitu :

  1. KaDo awal pekan, diadakan sebulan sekali di hari Minggu
  2. kaDo keliling, mengunjungi sekolah-sekolah yang ingin dikunjungi dan mendongeng di sana
  3. KaDo baksos, mendongeng di daerah bencana atau rumah sakit
  4. Workshop mendongeng
  5. KaDo craft, membuat kerajinan tangan, seperti origami, kokuru, merajut, flanel, dll

Ada berapa banyak relawan di KaDo Medan?

Kini, KaDo Medan memiliki 10 orang relawan aktif. Di antara mereka ada yang menjadi  pendongeng, operator dongeng, dan crafter.

Jika berkunjung ke sekolah-sekolah, apakah KaDo Medan mematok biaya?

Dalam agenda KaDo keliling, tanggal kegiatan ditentukan oleh pihak KaDo. Sekolah hanya membayar infak. Infak ini kemudian akan digunakan untuk kegiatan KaDo di awal pekan. Karena kegiatan KaDo awal pekan semua dilaksanakan gratis. Namun, jika pihak sekolah mengundang KaDo untuk mengisi acara, maka pihak sekolah akan dikenakan fee pendongeng. Besar fee-nya tergantung kesepakatan.

Bagaimana caranya agar bisa menjadi relawan di KaDo?

Untuk menjadi relawan, cukup datang secara rutin selama 3 bulan di agenda KaDo awal pekan. Tujuannya agar si calon relawan bisa melihat da bisa belajar secara langsung cara bersosialisasi dengan audiens. Selanjutnya, akan diundang untuk mengikuti rapat-rapat internal KaDo.

Sedangkan untuk menjadi pendongeng, tentunya harus memiliki niat yang kuat, berlatih dan praktek sesering mungkin, dan rajin membaca buku, serta mengikuti workshop dan pelatihan-pelatihan mendongeng.

Manajer KaDo Medan, yang akrab disapa Bunda Indri berpesan untuk pemuda-pemudi Indonesia,

“Berkarya, hidupkan imajinasimu dalam berkarya, dan jadikan karyamu teladan bagi yang lain.”

Hadirnya KaDo seolah menjadi hadiah yang sangat menarik sekaligus mendidik bagi anak-anak Indonesia yang kini indahnya masa kanak-kanak mereka mulai terancam karena tergerus era globalisasi. KaDo berani menjadi penggagas sebuah pergerakan untuk kembali menghidupkan imajinasi dan kreativitas dunia anak-anak melalui dongeng. Kalau kamu, sudah menggagas pergerakan untuk apa, Sob?

Salam Indonesia Positif!

Ida Mayasari

seorang pejuang

2 thoughts on “KaDo, Hadiah untuk Anak-Anak Indonesia

  • January 27, 2016 at 10:44 pm
    Permalink

    Sangat inspiratif,memang seharusnya budaya membaca dan mendengarkan harus terus dilakukan mulai dari hal sederhana seperti mendengarkan dongeng. Apalagi cerita dongeng yang memang memiliki pesan moril yang banyak sudah mulai abrasi oleh perkembangan jaman:)
    Semangat KaDo, terimakasih utk dedikasi bagi anakanak Indonesia:)

    Reply
    • February 6, 2016 at 8:44 am
      Permalink

      Ya, benar sekali, Mas Rahmad.
      Semangat berdedikasi untuk anak-anak Indonesia! 🙂

      Reply

Leave a Reply