Gak Semua Siswa SMA Coret-Coret. Baca Nih! #DariAkuyangTidakCoretCoret

Selamat buat Sobat Positif yang selesai menghadapi Ujian Nasional. Selamat datang di dunia baru, dunia belajar yang sebenarnya. By the way, ketika kita bicara dengan yang namanya Ujian Nasional, ada satu hal yang tidak pernah lepas dan luput dari perhatian siswa sekolah. Yaitu “CORET-CORET”. Selebrasi yang satu ini memang sangat famous dikalangan siswa-siswa yang baru merasakan lulusnya SMA.

Tapi Sobat, yang harus kita tahu adalah tidak semua siswa SMA melakukan ritual jenis ini. Yok kita dengerin pendapat siswa mengenai coret-coret ini.

APA PENDAPAT KAMU MENGENAI RITUAL CORET-CORET?

luthfi1Kita jadikan ini (sujud syukur) sebagai style default. Dan memang hal ini harus ada yang mengawali dan juga butuh waktu dalam peralihan perubahan lama ke perubahan baru, dan tidak lepas juga niat untuk menunjukkan rasa syukur kita. Sebelum UN saja ada do’a bersama, maka dari itu setelah kita merasakan nikmat dari Allah SWT (selesainya UN) kita harus bersyukur. (Luthfi Nur Agusti, SMA Pesantren Daarul Qur’an Bandung) #DariAkuyangTidakCoretCoret

dwi mahendra1Kalo dari sekolah saya sih sama sekali nggak ada yang ngerayain dengan coret-coret dan itu juga dilarang oleh sekolah. Kita hanya merayakan dengan foto bersama dan ada beberapa siswa yang menyumbangkan bajunya untuk anak-anak yang kurang mampu. Dulu saya sebenarnya pengen ikut coret-coret, tapi setelah dipikir-pikir kenapa sih mau coret-coret? Kan sayang bajunya, kenang-kenangan selama 3 tahun belajar kok dicoret? Kan nggak ada gunanya. Ujian Nasional berakhir bukanlah akhir. Dengan berakhirnya Ujian Nasional ini maka sebenarnya terbentuklah langkah baru untuk menuju masa yang baru. (Dwi Yustika Mahendra, SMAN 8 Pontianak) #DariAkuyangTidakCoretCoret

adinda1Siswa sekolah saya tidak merayakan coret-coret, melainkan buat acara bakti sosial dan menyumbangkan pakaiannya untuk anak yang tidak mampu. Kami juga membuat video catatan akhir sekolah. Menurut saya dan teman-teman satu angkatan, lebih baik merayakan selesainya UN dengan rasa syukur dan kegiatan positif. Kalau saya ikut coret-coret, lebih baik beli kain putih polos 1 meter, setelah itu minta tanda tangan sama anak-anak satu angkatan. (Adinda Fitriani, SMAN 2 Sidoarjo) #DariAkuyangTidakCoretCoret

topan2Coret-coret itu asyik sebenernya, tapi setelah dipikir lagi sepertinya itu tidak ada manfaatnya. Mending bajunya dikasih ke adik kelas yang butuh. Aksi coret-coret itu terlalu berlebihan, menurut saya. Kelulusan bukanlah hari dimana kita merayakan sebuah acara dengan berbuat negatif. Justru kita harus lebih berpikir untuk masa depan kita. (Topan Guntur Pamungkas, SMAN 1 Purbolinggo) #DariAkuyangTidakCoretCoret

aldevaSaya tidak ikut coret-coret karena perbuatan mencoret coret baju identik dengan perbuatan yang mubazir (mubazir deket dengan syetan) dan tidak mencerminkan perbuatan sebagai orang yang terdidik.  Mungkin sebagian ada beranggapan bahwa baju itu tidak dipakai lagi dan dijadikan sebagai kenang kenangan.  Justru akan lebih bermanfat apabila  disumbangkan bagi yang membutuhkan. (Aldeva Ilhami,  Penerima Beasiswa LPDP S2 UPI Bandung)

So, Sobat Positif harus pertimbangin dulu ya sebelum melakukan sesuatu. Seperti yang sudah dijelaskan oleh teman-teman yang lain. Bajunya bisa disumbangin, kalau mau hilangin stress bisa buat video dokumenter kehidupan SMA dan nobar deh sama guru dan seluruh teman kita. Seru dan pastikan unforgetable kan?

Ida Mayasari

seorang pejuang

One thought on “Gak Semua Siswa SMA Coret-Coret. Baca Nih! #DariAkuyangTidakCoretCoret

Leave a Reply