Kenal Lebih Dekat Pemimpin Baru FIM Sumut

“Kepemimpinan itu bukan semata-mata kamu dapat posisi apa di struktur tertentu, tapi perubahan positif apa yang bisa kamu bawa di tempat itu.” -Surya Darma

Siapa tak kenal pemuda asal Kota Tanjungbalai yang satu ini? Wajahnya muncul di berbagai dokumentasi kegiatan organisasi kampusnya, Universitas Sumatera Utara. Dan kini dirinya baru saja diangkat menjadi koordinator komunitas kepemudaan yang besar di Provinsi Sumatera Utara. Tapi siapa sangka, di balik sosoknya yang selalu bersemangat, ternyata pemuda kelahiran 15 September 1995 ini menyimpan banyak cerita. Yuk simak ceritanya!

Berasal dari Keluarga Sederhana
Surya, begitu pemuda yang hobi membaca dan berolahraga ini biasa dipanggil, berasal dari keluarga sederhana. Anak ketujuh dari sembilan bersaudara ini menghabiskan masa kecil di kota yang dahulu pernah dijuluki kota seribu satu ulama, Kota Tanjungbalai. Sejak kecil, pemuda ini sudah aktif dan supel.

Aktif Organisasi Sejak SMA
Keaktifan itu berlanjut hingga pemuda berdarah Melayu ini duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Tercatat, dirinya pernah menjadi ketua atau pradana Pramuka Ambalan 009-010 Kota Tanjungbalai ketika duduk di kelas XI SMAN 2 Kota Tanjungbalai.

Semasa kepemimpinannya di pramuka sekolah, Surya menargetkan agar Pramuka SMAN 2 Tanjungbalai menjadi barometer organisasi pramuka se-Kota Tanjungbalai. Target ini kemudian berhasil tercapai. Terbukti ketika Pramuka SMAN 2 Tanjungbalai menjadi juara umum dalam perlombaan pramuka paling bergengsi di Kota Tanjungbalai.

Tidak Berniat Kuliah
Awalnya, pemuda yang pernah menjadi delegasi program The Leader “Dream Maker” di Nanggroe Aceh Darussalam dan National Leadership Camp di jakarta ini tidak berniat melanjutkan jenjang pendidikan ke perkuliahan. Akhir masa SMA dihabiskannya untuk latihan fisik agar bisa lanjut ke akademi militer. Namun, takdir berkata lain. Surya lulus dari jalur SNMPTN ke Universitas Sumatera Utara program studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) angkatan 2013.

Peluang lanjut kuliah ini kemudian diambil oleh Surya sebab dari keluarga ibunya belum ada yang menjadi sarjana. Pemuda bertinggi badan 175 cm ini berharap agar ia bisa memberikan motivasi dan menjadi pembuka jalan bagi saudara-saudaranya untuk bisa juga menjadi sarjana.

Titik Balik Ketika Kuliah
Surya menyatakan bahwa titik balik hidupnya adalah ketika kuliah. Karakternya menjadi matang setelah mengikuti kegiatan mentoring yang dilaksanakan oleh Badan Pengelola dan Pengembangan Mesjid (BP2M) FEB USU.

“Mentoring itu membuat semangat kita menjadi sempurna karena semua hal diletakkan pada fondasi karena Allah SWT. Apapun itu; belajar, berorganisasi, dan semua aktivitas”, ujar founder Gerakan FEB USU Mengajar ini.

Di kampus, Surya pernah diamanahkan menjadi Gubernur Pemerintahan Mahasiswa FEB USU dan Kordinator Pemerintaham Mahasiswa se-Universitas Sumatera Utara. Selain aktif dalam organisasi, Surya juga merupakan salah satu penerima beasiswa Rumah Kepemimpinan angkatan VI. Banyak manfaat yang didapat selama ia tinggal di Rumah Kepemimpinan (RK).

“Di RK, kita dituntut untuk jadi mahasiswa ideal. Di sana, konsep kepemimpinan dan keberanian untuk memimpin itu semakin kuat. Kepemimpinan itu bukan semata-mata kamu dapat posisi apa di struktur tertentu, tapi perubahan positif apa yang bisa kamu bawa di tempat itu”, terangnya.

Bermanfaat Bersama FIM
Setelah semua amanah di organisasi kampus selesai, pemuda yang memiliki kelebihan dalam berkomunikasi dan mengorganisir ini kemudian berhasil terpilih menjadi Delegasi Forum Indonesia Muda 19 tahun 2017 di Jakarta.

Forum Indonesia Muda (FIM) merupakan sebuah forum independen yang beranggotakan pemuda dan mahasiswa dari berbagai aktivitas, universitas maupun lembaga kepemudaan, dari seluruh Indonesia; dengan cita-cita bersama membangun bangsa dengan semangat kontribusi bersama. Forum ini dibuat sebagai sarana peningkatan kompetensi pemuda dan mahasiswa dalam rangka menyiapkan pemimpin masa depan dan wadah silaturahmi untuk membangun kontribusi bersama.

Awal Agustus 2018, Surya Terpilih dan diamanahkan sebagai Koordinator Forum Indonesia Muda Regional Sumatera Utara (FIM Sumut) untuk satu periode ke depan.

FIM Sumut berupaya untuk melakukan gerakan sosial dan pembentukan karakater kepemudaan secara kongkrit kepada masyarakat Sumut. Salah satu programnya adalah Rumah Cakrawala di Desa Perbaji, Gunung Sinabung, Kabupaten Karo sebagai sarana untuk mendidik dan membentuk karakter anak-anak sekitar, sekaligus difungsikan sebagai perpustakaan dan rumah semua relawan yang membantu warga dalam menghadapi bencana.

Selain itu, terdapat Rumah Langit di Kabupaten Simalungun sebagai media pendidikan dan pembentukan karakter anak-anak di sana.

FIM Sumut juga menjaring relawan melalui pelatihan Generasi Cakrawala sebagai wadah bersama pemuda dan atau mahasiswa yang peduli terhadap permasalahan kepemudaan dan sosial yang kemudian bersama melakukan aksi kongkrit pada masyarakat.

“Tahun 2019 insyaallah menjadi awal mula FIM Sumut menghadirkan pelatihan Generasi Cakrawala tidak hanya di kota Medan, melainkan juga di 33 kabupaten/kota di provinsi Sumatera Utara”, tandas pemuda dengan motto hidup “hidup untuk menghidupkan” ini.

Bagaimana, Sobat Positif? Apakah kamu tertarik untuk menjadi aktif dan inspiratif seperti Surya?

Ida Mayasari

seorang pejuang

Leave a Reply