Perintah Pemberian ASI Eksklusif Dalam Al-Qur’an dan Manfaatnya

“Dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah Ayat 233 dibahas mengenai perintah memberikan ASI Eksklusif”

ASI adalah makanan alami pertama untuk bayi dan harus diberikan tanpa makanan tambahan sekurang-kurangnya sampai usia 4 bulan dan jika mungkin sampai usia 6 bulan. ASI harus menjadi makanan utama selama tahun pertama bayi dan menjadi makanan penting selama tahun kedua. ASI terus memberikan faktor-faktor anti infeksi unik yang tidak dapat diberikan oleh makanan lain (Rosidah, 2008).

Fakta

Jika merefleksi kembali dari data BPS Provinsi Sumatera Utara tahun 2010 bahwa penerapan ASI Eksklusif masih rendah. Bayi yang berumur 0-6 bulan yang diberi ASI Eksklusif sebanyak 56,6%, Sedangkan pada tahun 2008 pemberian ASI Eksklusif sebanyak 36,72%. Walaupun angkanya menaik, tetapi tetap saja masih tergolong rendah. Padahal dalam UU No.36 tahun 2009 Pasal 12 ayat 1, 2, dan 3 sudah jelas menyatakan bahwa pemerintah sudah mengatur tentang pemberian ASI Eksklusif. Selain itu juga sudah ada Peraturan Pemerintah No.33 tahun 2012 yang mengatur dan sangat menjamin kelancaran ASI Ekskusif.

Pada akhirnya, sebuah peraturan tidak cukup untuk mewujudkan peraturan tersebut, harus ada pengawasan dilapangan. Mengingat ASI Eksklusif sangat penting untuk gizi dan tumbuh kembang bayi serta menurunkan angka kematian bayi yang disebabkan oleh penyakit yang rentan diderita oleh bayi seperti Diare dan Pneumonia. Hal ini juga berkaitan dengan target MDG’s yaitu “Meningkatkan kesehatan ibu dan anak”.

Dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah Ayat 233 dibahas mengenai perintah memberikan ASI Eksklusif yang memberikan banyak manfaat untuk bayi. Yang Artinya:

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (Al-Baqarah [2]: 233)

Air Susu Ibu, Imunitas Bayi

Manfaat ASI

Berikut manfaat yang bisa diperoleh dari pemberian ASI Eksklusif berdasarkan beberapa hasil penelitian yaitu:

  • Mencegah terjadinya diare, pneumonia dan meningitis yang disebabkan oleh ganguan atau infeksi saluran pencernaan yang belum siap untuk mencerna makanan luar seperti susu, pisang, sereal dan sebagainya.
  • Memberikan sistem imun (imunitas) pada bayi sehingga bayi tidak mudah untuk terserang penyakit.
  • Mencegah bayi mengalami gizi buruk yang dilihat dari
  • Berat badan
  • Tinggi badan
  • Lingkaran kepala
  • Mengandung zat-zat nutrisi yang penting dan lengkap untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh bayi seperti:
  • Karbohidrat, dalam bentuk laktosa untuk pertumbuhan jaringan otak, mielin (selaput pembungkus sel saraf), gigi dan tulang
  • Protein, dalam bentuk protein whey (protein yang bentuknya lebih halus) dari pada protein pada Air Susu Sapi (ASS) yang dalam bentuk protein kasein (protein kasar, menggumpal, dan susah dicerna)
  • Lemak, dalam bentuk Omega 3, Omega 6, DHA dan Acachidonid acid yang membantuk dalam pembentukan sel saraf terutama diotak.
  • Vitamin, yaitu seluruh vitamin kecuali vitamin K karena dalam usia 6 bulan ususnya belum mampu membentuk vitamin K.
  • Mineral, yang kadarnya relatif rendah terutama zat besi dan kalsium sehingga kerja ginjal dan usus tidak berat dalam mencerna susu atau membunuh bakteri.
  • Meningkatkan hubungan kasih sayang antara anak dengan ibu
  • Membuat ibu lebih sehat karena ASI yang diproduksi dikeluarkan, tidak ditahan
  • Mencegah terjadinya hiegine yang tidak baik yang terdapat pada makanan tambahan yang disajikan

SDM Yang Berkualitas

Mengingat kandungannya ada 200 zat gizi dan memberikan kekebalan buat bayi hingga 20 kali lipat, ASI sangat diperlukan dalam pembentukan SDM yang cerdas dan berkualitas agar pembangunan terlaksana dan kesejahteraanpun tercapai. Hal ini bukan hanya menjadi prioritas dan usaha keras pemerintah tanpa bantuan dari masyarakatnya.

Syafriana Sitorus

Syafriana Sitorus

Public Health of North Sumatera University, as Research Assistant "Dreams are fact for tomorrow... Menginspirasi dan Memotivasi, My simple dakwah"

Leave a Reply