Peraih Medali Emas IMO 2015: “Time is Reading”

Hidup Mahasiswa!

Kabar gembira datang dari teman-teman kita, mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU). Ada apakah gerangan? Tauran? Hmm, jadi mahasiswa jangan hanya tahu tauran saja. Nih, seperti teman-teman dari fakultas kedokteran USU ini, mereka berhasil mengharumkan nama almamaternya dalam ajang International Medical Olimpiad (IMO) 2015 yang dilaksanakan tgl 14-18 Oktober 2015 lalu di Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar.

Tim IMO 2015 dari Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Tim IMO 2015 dari Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Acara ini diselenggarakan oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) dan Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) bekerjasama dengan Kemenristek Dikti dan Kemenkes Republik Indonesia. Kompetisi ini diikuti oleh 538 peserta dari 53 Fakultas Kedokteran berbagai Universitas di Indonesia. Prestasi yang diraih oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran USU ini merupakan kali keduanya setelah berhasil menjadi juara umum pada tahun 2014 silam.

Adapun cabang ilmu yang diperlombakan ada enam, yakni Gastroenterohepatologi ( sistem pencernaan), Cardiorespiratory (jantung paru), Genitourinarireproduksi (sistem perkemihan dan kandungan kebidanan), Tropical Medicine (penyakit tropic infeksi), Neuropsikiatri dan Muskuloreumatologi (sistem otot dan tulang). Dari keenam cabang tersebut, cabang Tropical Medicine diselenggarakan dengan standar internasional yang semua format tesnya dalam bahasa Inggris. Sedangkan lima cabang yang lain menggunakan bahasa Indonesia. Masing-masing cabang perlombaan terdiri atas dua orang yang tergabung dalam 1 tim.

Mau tahu bagaimana keseruan yang dirasakan teman-teman kita yang mengikuti perlombaan ini? Berikut wawancara kami dengan salah seorang anggota tim dari USU, Muhammad Fakhrur Rozi.

Bagaimana persiapan yang dilakukan sebelum lomba?

Persiapan yang kami lakukan kurang lebih selama enam bulan. Persiapan tersebut dilakukan dengan melibatkan bimbingan dari seluruh lapisan berbagai rumpun ilmu di fakultas kedokteran, seperti histologi,anatomi, ilmu-ilmu terkait yang dperlombakan, misalnya untuk cabang saya, saya mendapat bimbingan dari seorang pakar pencernaan anak dr.Ade Rahmat. Selain itu, membaca dan terus membaca merupakan persiapan yang dilakukan sejak jauh-jauh hari sebelum lomba diadakn

Bagaimana pengalaman saat mengikuti lomba?

Oleh karena perlombaan ini merupakan penghargaan tertinggi untuk mahasiswa kedokteran di Indonesia, pastilah setiap universitas mengirimkan delegasi-delegasi terbaiknya. Maklum, kami membawa nama USU yang mungkin masih banyak universitas-universitas yang superior di atas kami. Awalnya kami merasa terintimidasi dengan tindakan-tindakan mereka yang memandang sinis, tidak ramah, mengatakan soal mudah dan sebagainya, namun pada saat detik-detik terakhir lomba, alias final, kami hanya bisa ngomong ke diri sendiri kalau ini kami akan berjuang sekuat tenaga dan memberikan yang terbaik dalam setiap tahap perlombaan dan tidak pernah memikirkan juara umum seblumnya. Namun, berkat rahmat Allah, akhirnya kami mampu mendapatkan 3 medali emas dan 1 medali perak dan membawa gelar General Champion of IMO 2015 untuk kedua kalinya. Alhamdulillah!

Apa pengalaman yang paling membuat haru atau berkesan selama mengikuti lomba?

Pada waktu babak penyisihan 5 besar. Oleh karena sudah ga yakin dengan apa yang dilakukan pada tahap semifinal, kami semua menangis di sana karena sudah merasa kalah dan hanya ini yang bisa kami berikan ke almamater kami, USU. Akan tetapi, ternyata Allah berkehendak lain. Akhirnya kami mencapai posisi 5 besar.

Ada pengalaman yang unik ga selama mengikut lomba?

Kalau tahun lalu mungkin masih ada yang menyangka USU sebagai Universitas Sulawesi Utara, mungkin sekarang berbeda. Mereka yang penasaran dengan cara belajar kami, akhirnya mendekati dan bertanya mengenai almamater kami, USU.

Bagaimana tanggapan dari orang tua, teman, dosen setelah mengikuti lomba ini?

Oleh karena tahun ini kami mendapat gelar juara umum tunggal, tidak seperti tahun lalu juara umum bersama dengan FK UGM, kami berhak membawa piala kehormatan AIPKI, Wamenkes, Kemenristek DIKTI ke kampus. Hari pertama tiba di kampus kami disambut haru teman-teman satu angkatan yang pastinya merasa bangga dengan prestasi ini. Orang tua apalagi ketika saya beri kabar bahwa saya dapat medali emas, mereka langsung menangis. Pada hari itu, kami langsung menghubungi dosen pembimbing kami dan mereka pun ikut terharu karena kerja keras kami selama satu semester ini dibalas dengan medali emas yang berhasil kami rebut.

Oh ya.. tambahan… bagaimana cara belajar Fakhrur sehari-hari?

Nah, kalau untuk belajar, memang belajar itu sudah dijadikan hobi.

Kalau sudah belajar, bisa sampai ga kenal waktu. Asal ada waktu kosong, selalu saya pergunakan untuk membaca. Ibaratnya, time is reading.

Memang persiapan IMO ini sangat menyita waktu, terlebih sistem blok di FK yang selalu mengadakan ujian setiap tiga minggu sekali.. Alhamdulillah saya punya teman-teman yang bisa share ilmu-ilmu yang udah tertingal jauh. Selain itu, sehari sebelum ujian, kami belajar bareng.

Selain kuliah, apa kesibukan Fakhrur?

Selain kuliah, saya juga ikut salah satu organisasi keilmiahan di kampus namanya SCORE (Standing Committee on Research Exchange) sebagai anggota divisi program. Dari organisasi inilah saya mengenal dunia karya tulis dan bisa menghasilkan beberapa scientific paper yang berhasil dipresentasikan di nasional.

Setelah mengikut lomba ini, apa program selanjutnya yang akan diikuti?

Untuk saat ini saya akan fokus menyelesaikan skripsi yang sudah ditagih-tagih dosen pembimbing. He he.

Apa pesan untuk para generasi muda agar bisa meraih prestasi?

Tidak perlu pikirkan apa yang dilakukan orang, just do the best karena usaha yang baik tidak pernah mengkhianati hasil. Ini sangat saya rasakan saat lomba kemarin.

Poin penting yang patut kita contoh dari apa yang mereka lakukan yakni time is reading, always sharing, just do the best, and God do the rest. Usaha tak pernah mengkhianati hasil, asalkan kita selalu berusaha dengan sungguh-sungguh walau jatuh bangun, dan tak lupa menyerahkan segala hasil dan keputusannya kepada Allah, hingga akhirnya prestasi itu dapat kita raih. Bukankah menjadi pemuda berprestasi adalah harapan bangsa? So, terkhusus untuk para pemuda, mari kita mengukir prestasi sesuai bidang dan kepakaran kita masing-masing. Tak hanya mengukir prestasi tentunya, tetapi juga kita hendaklah menebarkan manfaat dan hal-hal positif kepada orang-orang di sekitar kita. Mereka bisa, kamu juga bisa. Salam positif.

M. Fakhrur Rozi
M. Fakhrur Rozi

Biodata

Nama                                  :    Muhammad fakhrur Rozi

Tempat, Tanggal Lahir    :    Tebing Tinggi 17 Juni 1993

Prestasi                              :

  1. Juara 2 PEMA Medical Olympiad 2014 Universitas Sumatera Utara bidang Muskuloskeletal
  2. Juara 1 PEMA Medical Olympiad 2015 Universitas Sumatera Utara bidang Gastroenterohepatologi-Endokrin
  3. Juara 1 (Medali Emas) Regional Medical Olympiad 2015 bidang Gastroenterohepatologi-Endokrin di Universitas Riau, Pekanbaru
  4. Juara 1 IMSPQ (Inter-Medical School Physiology Quiz) 2015 tingkat Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Medan
  5. Juara 1 (Medali Emas) Indonesia (International) Medical Olympiad 2015 bidang Gastroenterohepatologi di Universitas Hasanuddin, Makassar
  6. Finalis Poster Ilmiah Medical Fiesta 2014 Medical Faculty of Brawijaya University
  7. Juara 2 Essai Ilmiah Pekan Ilmiah Mahasiswa 2012
  8. Finalis Poster Ilmiah Scientific Atmosphere 8 2015 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar
  9. Juara 3 Poster Ilmiah MEDJONSON 2015 Fakultas kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

 Riwayat Organisasi        :    Anggota Divisi Program SCORE PEMA FK USU 2015-2016

Rizka Hidayati

Dentist, traveler, writer, painter, social worker

Leave a Reply