Pola Asuh dan Tantangan Zaman

BMM

Dalam perjalanan tumbuh kembang kehidupannya, manusia akan menemui fase dimana seseorang memikul amanah menjadi orangtua, mengasuh dan membesarkan anak agar melanjutkan estafet kehidupan sosial sebagaimana yang telah diwariskan oleh generasi terdahulu. Sobat Positif, cara mengasuh adalah salah satu aspek yang menentukan arah tumbuh kembang seorang anak harapan keluarga. Pada sebuah video viral di youtube bunda Ely Risman , seorang pakar parenting menyebutkan ada tiga hal penting yang sering diabaikan para orangtua dalam mendidik anak, yaitu tidak mendidik anak agar bisa berifikir, memilih dan mengambil keputusan yang beliau sebut dengan singkatan BMM. Ketiga komponen ini sangat penting dibangun dalam diri seorang anak guna membuat generasi yang cerdas dalam akal dan pikiran, mampu memilih yang baik dan benar serta bijak dalam mengambil keputusan.

Peran Ayah

Sobat Positif, maraknya perilaku menyimpang tidak lepas dari hilangnya peran Ayah di dalam pengasuhan. Pada hakikatnya seorang laki-laki yang telah menyandang status Ayah adalah seorang pemikul amanah. Ayah adalah kepala rumah tangga yang paling bertanggug jawab atas segala urusan keluarga yang dinaunginya. Khususnya dalam mengasuh anak laki-laki peran ayah sangat dibutuhkan. Seorang ayah adalah role model pertama bagi anak laki-lakinya, seorang ayah harus menyiapkan anak laki-lakinya menjadi hamba Allah yang taqwa, pengayom wanita, lebih takut neraka dari pada kurang harta, menjadi calon ayah dan suami yang baik di masa depan. Tentu saja seorang ayah harus pula menirukan lewat akhlak yang baik sehingga sang anak bisa menirukan hal yang sama untuk kehidupannya di masa depan. Bunda Ely menyebutkan bahwa berdasarkan hasil riset Yayasan Kita dan Buah Hati menegaskan bahwa absennya ayah dalam mengasuh anak rentan membuat anak menjadi nakal, agresif, terlibat narkoba dan seks bebas, kondisi ini tentunya mempermudah suburnya bisnis narkoba dan pornograrafi. Khususnya anak laki-laki, mereka adalah sasaran utama dari bisnis pornografi karena laki-laki otak kirinya lebih dominan sehingga mudah fokus dan akan ketagihan. Bunda Ely menyebutkan ini adalah senjata biologis atau neurosains yang menghantam tunas-tunas bangsa.

Subkontrak Pendidikan

Pendidikan adalah faktor penting dalam melahirkan generasi yang cerdas secara intelektualitas dan emosi kejiwaan. Namun perlu diingat bahwa keluarga adalah sekolah paling utama buat sang anak. Jadi sekalipun seorang anak telah disekolahkan di sekolah berbasis agama, sekolah unggulan dan segudang les maka ayah dan ibu adalah tetap penanggung jawab utama kepada Sang pencipta bukan pihak sekolah. Sangat keliru sekali jika ayah dan ibu merasa telah mendidik anaknya dengan men-subkontrakkan pendidikan anak-anaknya ke sekolah. Kekeliruan ini akan menjadikan keluarga tersebut menjadi sasaran empuk paham-paham menyimpang, karena anak-anak yang ditumbuhkan dalam keluarga demikian akan mudah dipenetrasi alam pikirannya.

Berbenah

Sobat Positif, tugas mengasuh anak bukanlah hal sepele, menanamkan nilai-nilai kebaikan butuh kesabaran dan ketelatenan dari orangtua. Pendidikan agama tentunya sangat penting sebagai rujukan anak dalam mengambil keputusan. Pendidikan agama sudah selayaknya lebih diperhatikan, disampaikan secara bertahap berkelanjutan dan menyeluruh bukan sepintas lalu. Tantangan ke depan akan semakin berat, ada narkoba, perilaku seks menyimpang, pornografi dan segudang masalah sosial lainnya. Saling bergandengan dan berbenah selayaknya kita lakukan untuk dapat menghalau tantangan zaman tersebut.

 

Leave a Reply