Ricky Elson, si “Putra Petir” Pelopor Mobil Listrik Indonesia

Menelisik sedikit tentang Ricky Elson, si putra petir. Pemuda asal Sumatera Barat ini hijrah ke Jepang, untuk menuntut ilmu dan kemudian mengabdikan ilmunya untuk negara tersebut. Selama 14 tahun di Jepang, Ricky berhasil menciptakan 12 penemuan bidang motor listrik dan mempatenkannya. Tiga tahun yang lalu, seorang Bapak yang kala itu menjadi menteri BUMN, Dahlan Iskan, meminta Ricky untuk pulang ke tanah air, mengabdikan ilmunya di negeri sendiri, mengembangkan mobil listrik nasional bersama tim. Dahlan Iskan menghibahkan gaji setiap bulannya sebagai menteri untuk membiayai proyek mobil listrik ini.

Sebuah tantangan yang besar ketika harus memilih antara menetap di negeri sakura dengan segala fasilitas lengkap yang disediakan atau kembali ke negeri sendiri, mengabdi untuk ibu pertiwi, dengan banyak tantangan dan hambatan yang membentang di depan mata. Tapi rasa cinta Ricky terhadap negeri ini sepertinya lebih besar dari pada besarnya gaji mengabdi di negeri orang lain. Ricky memilih pulang ke tanah air dan hidup dengan kesederhanaan di desa Ciheras, Jawa Barat.

Kini, tiga tahun sudah ilmuwan muda berdarah minang ini menetap di Indonesia. Bersama mahasiswa-mahasiswa Indonesia dari berbagai universitas, beliau bertahan di sebuah pondok di Desa Ciheras, Jawa Barat. Pondok-pondok itu bukanlah tempat yang cantik, apalagi untuk sebuah riset teknologi teranyar seperti mobil listrik jika dibandingkan dengan negara-negara lain dengan fasilitas super canggih dan lengkap sekali.

Ciheras (sumber : facebook Ricky Elson)

Tapi tempat bukanlah sebuah halangan bagi seorang Ricky Elson. Di desa ini, beliau dan adik-adik mahasiswanya menciptakan banyak hal. Salah satunya adalah para “penari langit”, kincir angin yang mampu menjadi sumber tenaga listrik. Para penari langit ini “hidup” di dekat pondok-pondok mereka, dan sudah menjadi sumber cahaya di desa Palidi, Sumba Timur, sejak September 2014 lalu.

 

Selain membimbing adik-adik mahasiswanya di pondok site Ciheras, Ricky juga aktif berkunjung atau memberi kuliah di 150 universitas selama tiga tahun terakhir. Untuk menumbuhkan minat anak muda di dunia teknologi motor listrik ini.

Untuk perkembangan proyek mobil listrik sendiri, pada tahun 2013, uji coba mobil listrik Tuxuci dilakukan. Kala itu, Pak Dahlan dan Ricky Elson yang berada di mobil dengan Dahlan Iskan di posisi setir. Perjalanan dimulai dari Solo menuju Magetan. Sayangnya, Tuxuci masih memiliki kekurangan pada bagian rem yang mengakibatkan Pak Dahlan terpaksa harus menabrakkan mobil tersebut ke tebing sebelah kanan jalan. Cerita mengharukan ini dikisahkan Ricky Elson sendiri di akun Facebook-nya.

sumber : facebook Ricky Elson

Akhir kisah Tuxuci yang kurang mengenakkan tidak membuat Dahlan Iskan apalagi Ricky Elson patah semangat. Proyek mobil listrik yang baru kembali dijalankan. Belajar dari kesalahan Tuxuci, kini Ricky Elson dan tim Kupu-Kupu Malam Jogja menghadirkan mobil listrik berwarna kuning bernama Selo. “Selo” (bahasa jawa) artinya batu. Nama ini untuk mengenang generasi sebelumnya, Tuxuci, yang berakhir menabrak tebing berbatu pada uji cobanya.

selo
“penampakan” Selo

Lagi-lagi, jalan perjuangan tak selalu mulus. Pasti ada kerikil tajam yang menghadang. Baru-baru ini, Ricky Elson harus menerima pil pahit bahwa Selo tak lulus uji “emisi”. Tapi, jalan perjuangan belum berakhir. Ricky dan teman-teman masih akan terus memperjuangkan mobil listrik ini. Kebanggaannya akan negeri ini tak berkurang sedikitpun meski dukungan dari pemerintah belum mereka dapati. Semangat terus, Bung Ricky! Negeri ini juga pasti bangga memiliki anak bangsa seperti dirimu! 🙂

Ida Mayasari

seorang pejuang

Leave a Reply