Rifai Muda: Anak Muda yang menjadi Duta Lingkungan

Menjadi yang terbaik membutuhkan pengorbanan dan ketekunan, tanpa itu kita akan diam di tempat dan tidak akan naik ke level selanjutnya. (Rifai Muda Harahap)

Hai sobat positif. Sudah sampai mana Sobat mencintai Indonesia? Sobat positif, untuk menunjukkan bahwa kita cinta Indonesia salah satunya adalah menjaga lingkungan. Di zaman sekarang, sangat jarang kita temui anak muda yang cinta lingkungan. Cerita dari anak muda ini akan membuat Sobat termotivasi untuk peduli terhadap lingkungan di Indonesia. Rifai Muda Harahap jurusan kehutanan 2012 Universitas Sumatera Utara yang juga merupakan anggota Sobat Bumi ini berhasil menggandeng gelar Duta Lingkungan selama setahun. Berikut sepenggal cerita dari anak muda ini yang akan membuat Sobat semua tergugah hatinya untuk lebih cinta lingkungan. Check it dot 😉

Proses menjadi duta lingkungan ternyata penuh tantangan

Dari pendaftar 32 orang menjadi 6 orang dan Rifai Muda salah satu dari 6 besar terpilih. 6 calon harus menjalani masa karantina di Taman Cadika Medan Johor bertepatan pada peringatan hari bumi yang dimulai dari 22-23 April 2016. Masa karantina dibuat dengan test kepribadian, test presentasi dan tanya jawab dengan tema yang ditentukan oleh panitia sebelumnya.

Di hari kedua 6 finalis diadu dengan menulis narasi tentang seluruh kegiatan selama karantina. Pada 23 april, 6  calon duta lingkungan mulai parade dan di umumkan 4 calon yang akan lolos kebabak selanjutnya. Dan lagi lagi Rifai yang ke 2 dipanggil.

Setelah itu dilanjutkan dengan penjurian ke 4 calon terpilih  oleh juri yang sudah diundang dari beberapa tokoh kota Medan khususnya di tokoh lingkungan dan dari pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) kota Medan sendiri. Penjurian ini adalah yang terakhir, dimana setiap calon duta lingkungan masing – masing secara bergiliran mengambil soal yang sudah dibuat oleh panitia, setelah itu langsung di jawab dengan waktu selama 30 detik.

Setelah semua calon selesai, maka juripun mulai menghitung score secara keseluruhan sementara itu seluruh calon istirahat. Seluruh calon diparadekan kembali dengan seragam dari bahan-bahan bekas, dan mulai dipanggil dari runner up sampai kepada duta lingkungan kota Medan, dan itu jatuh ke nomor 7, yakni bernama Rifai Muda Harahap.

Pengumuman duta lingkungan
Pengumuman duta lingkungan
Peka terhadap lingkungan adalah kriteria untuk menjadi duta lingkungan

Sobat positif, untuk menjadi Duta Lingkungan salah satu syaratnya adalah peka terhadap lingkungan dan dilanjuti dengan mempunyai inovasi dalam aksi nyata untuk lingkungan, mempunyai wawasan dan pemahaman tentang lingkungan.

Bangga sebenarnya bukan kata yang tepat, akan tetapi lebih ke arah puas dengan segala perjuangan dibalik kemenangan menjadi duta lingkungan

Kata-kata tersebut yang dipaparkan oleh Rifai ketika ditanyakan bangga atau tidak menjadi duta lingkungan. Di awal masa karantina, sempat terlintas di pikiran Rifai untuk mengundurkan diri dan memilih aktivitas yang lain, namun atas dorongan dan masukan serta nasehat kawan-kawan yang menguatkan, sehingga beliau berhasil. Bahagia ketika bisa membuat kawan-kawan dan keluarga puas dengan hasil yang diraih.

Foto bersama dengan pejabat kota Medan
Foto bersama dengan pejabat kota Medan
Keuntungan bagi Rifai menjadi duta lingkungan

Lebih mampu memberikan kontribusi nyata serta peranan aktif dalam perbaikan lingkungan. Selain itu, konsep yang dimiliki, bisa digagas bersama dalam merangkul berbagi element guna penyelesaian masalah-masalah lingkungan khususnya di Kota Medan. Selama 1 tahun menjadi Duta Lingkungan, ruang gerak yang kita miliki juga lebih luas, jaringan dalam bekerja juga akan semakin banyak, hingga dalam tataran aplikatif, ini akan mempermudah kita unutk mewujudkan kota Medan yang lebih asri.

Respon positif dari teman-teman dan keluarga menjadi semangat tersendiri buat Rifai

Rifai mendapat respon yang positif sekali khususnya dari teman-teman di keluarga PPSDMS REG-MEDAN yang siap membantu dalam menyukseskan program lingkungan  kedepan. Selain itu juga, kawan – kawan dari kampus Kehutanan USU khususnya Raint Forest, siap menjadi penggagas setiap kegiatan yang akan dilakukan kedepan.

Proses seleksi finalis
Proses seleksi finalis
GREENLAUNDRY adalah program Rifai kedepannya

“GREENLAUNDRY” adalah konsep mengubah paradigma masyarakat yang akan di mulai dari desa ke desa khususnya di Kota Medan. Konsep ini akan diimplementasikan dengan produk “SmartBottle” dalam peningkatan financial desa.

Harapannya dapat mengubah pola pikir masyarakat dikota Medan terutama masyarakat yang berdekatan dengan sungai deli yang kini sedang bermasalah dengan sampah botol plastik.

Smartbottle adalah produk yang memanfaatkan botol bekas, dimana botol ini akan dihias dari bahan-bahan limbah (seperi limbah kayu, biji- bijian, gergajian dll) sehingga satu botol plastik mempunyai nilai komersial yang bisa dijual, botol yang ada ditambahi dengan 2 jenis tanaman sebagai penghias dan gerakan Go Green. Sangsuivera dan lucky bamboo adalah dua jenis tanaman yang akan digagas untuk program smartbottle.

Selain tanaman ini memiliki unsur estetika, juga mampu me-reduce radiasi dari aliran elektronik yang biasa kita gunakan, sehingga marketnya kedepan adalah masyarakat yang berada dikota Besar. Begitu selanjutnya hingga berangkat ke desa-desa berikutnya. Catatannya dalam hal ini sangat dibutuhkan perhatian penting dari pemerintah kota Medan dalam pemberdayaan produk yang ada, melalui pasar MEA 2016 atau lintas Provinsi. Hingga sustanable produk ini sebagai gerakan go green akan tetap berjalan.

Untuk lebih membuat sobat semangat lagi, berikut prestasi yang telah diraih Duta lingkungan ini :

MaPres Pertanian 2016

Juara 1 hafiz Quran PA MTQ USU 2015

Juara 1 Bisnisplan competition bersama Bukalapak.com 2015

The winner local champion teras  usaha mahasiswa 2015

Asissten Geodesi dan Kartografi 2014

Asisten klimatologi hutan di 2013

One thought on “Rifai Muda: Anak Muda yang menjadi Duta Lingkungan

Leave a Reply