Sebuah Langkah… (Hijrah)

IMG_4678Setiap jiwa di dunia ini berlindung pada satu tubuh. Ia bersanding bersama segumpal darah bernama hati. Segumpal darah yang hanya sebongkah namun memegang kendali teramat kuat terhadap arah langkah jiwa dan tubuh yang ditumpanginya. Bahkan tidak hanya arah langkah, hati ini juga menjadi penentu bagaimana kondisi jiwa dan tubuh yang ia tumpangi. Hati yang sakit, akan membuat jiwa dan tubuh itu juga sakit. Begitu juga sebaliknya jika hati itu sehat, maka sehat pula lah jiwa dan tubuhnya. Luar biasa benar, ia menumpang namun malah menentukan nasib pemiliknya.

Pada hakikatnya hati ini bersih, suci tanpa noda. Lalu kemudian seiring berjalannya waktu ia akan melalui berbagai proses yang menguji seberapa mampu ia bertahan dalam penjagaannya. Hati yang memiliki benteng pertahanan yang kuat akan tetap bertahan sedangkan hati yang tak cukup kuat perlahan bentengnya dapat ditembus hingga peluru-peluru noktah mengenainya. Peluru-peluru ini tidak akan pernah menyerah untuk berhenti menyerang. Namun dalam perjalanannya, hati ini tidaklah semata-mata hanya mendapatkan serangan. Seiring dengan serangan itu, ia juga diberikan kesempatan-kesempatan untuk membersihkan dirinya dan juga kesempatan untuk membangun benteng baru. Beberapa hati memilih untuk mengambil kesempatan itu, namun beberapa yang lainnya hanya mengabaikannya.

Itu adalah kisah hati dalam diri kita. Bukankah kita semua pernah melakukan kesalahan? beberapa orang langsung menyadari kesalahannya dan segera memperbaikinya. Namun pada beberapa lainnya kesalahan itu malah menjadi sebuah kebiasaan baginya, meski sebenarnya ia tahu bahwa yang ia lakukan adalah kesalahan. Hingga suatu hari ia mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, untuk mengubah jalan hidupnya agar lebih baik. Memang tidak mudah untuk mengubah suatu kebiasaan buruk. Tidak mudah untuk berubah menjadi lebih baik (hijrah). Terlalu banyak rintangan. Seseorang yang ingin berubah menjadi lebih baik tidak hanya harus menghadapi pertentangan di dalam dirinya, tetapi juga menghadapi orang-orang disekitarnya yang kadang ikut megeluarkan suara-suara kontra. Orang bilang, “Hijrah itu seperti menelan pil pahit”. Tidak salah, bahkan untuk beberapa orang rasa pahit itu tertinggal di kerongkongannya, butuh waktu yang lama hingga rasa pahit itu hilang. Sama halnya seperti orang yang sakit, ia harus meminum obat agar bisa sembuh. Hijrah, adalah proses untuk mengobati hati yang sakit.. Pahit sesaat, lalu kemudian ia akan merasakan nikmatnya sehat. Dengan terus menjaga dirinya tetap berada pada lingkungan yang juga “sehat”, memberikan asupan-asupan yang bermanfaat, maka kesehatan hati ini akan terus terpelihara. Bukankah semua proses ini sejatinya adalah hal yang sederhana? Segumpal darah itu selalu tahu mana yang menjadi fitrahnya. Maka kita hanya perlu menciptakan sebuah langkah lalu menjaganya agar selalu terarah..

 

16 Ramadhan 1436 H

Dian Ramadhani

Dian Ramadhani

Biarkan tulisan yang mengabarkan..

One thought on “Sebuah Langkah… (Hijrah)

Leave a Reply