Tamparan Keras Dari Perjuangan Sang Kakek Tua

Belajarlah, walau hanya pada rumput yang bergoyang. Belajar dari siapa dan dimanapun. Hari ini, tanggal 18 agustus 2015. Tepat satu hari setelah kemedekaan Indonesia, saya dan keluarga mengantarkan sang kakak ke Universitas Negeri Medan untuk keberangkatan ke pulau Talaud guna mengabdikan diri sebagai guru. Tak disangka perjalanan pulang, kami medapat pelajaran yang tidak ternilai harganya.

Soeharto, kakek tua yang berumur 72 tahun berjuang untuk hidup. Dengan tidak mengenal lelah, kakek tua ini mencari nafkah untuk istrinya dengan menarik becak motor. Tanpa keluh kedua pasangan ini menjalani hidup dengan serba kekurangan. Setiap harinya, bapak Soeharto harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 3 jam untuk mencapai kota Medan.

20150818_101722

Sedih mendengar cerita sang kakek. Medan menjadi kota tujuan kakek untuk mencari nafkah. Hal ini dikarenakan kurangnya jumlah masyarakat Tebing Tinggi yang menggunakan becak motor sebagai jasa transportasi. Di Tebing Tinggi mayoritas merupakan kota yang kecil dan mayoritas masyarakatnya sudah menggunakan motor menurut sang kakek. Sehingga Medan menjadi pilihan bagi kakek mencari uang untuk kebutuhan hidupnya.

Pagi hari, kakek berangkat dari rumah kurang lebih setiap pukul 04.00 WIB. Dengan becak motor yang bisa dikatakan sudah lusuh dan butut, kakek terus membawa becak motornya hingga ke Medan. Perjalanan ini tidak mudah. Hal ini dikarenakan, rumah tempat tinggal sang kakek yang cukup jauh dari kota tebing memakai waktu lebih lama untuk sampai ke kota Medan. Biasanya antara Tebing Tinggi ke Medan hanya memakan waktu 2 Jam. Kakek tua ini tinggal di Asrama Batalion122 Tebing Tinggi. Untuk sampai ke asrama ini harus menempuh jarak 1 Km dari kampong kelapa.

Namun, jarak tak menghentikan langkah kakek untuk bertahan hidup. Kakek adalah penderita penyakit jantung, dan sudah mengalami operasi jantung. Menurut cerita kakek, jantung kakek sudah mengalami pergantian 4 cincin jantung. Biaya operasi kakek peroleh dari BPJS Kesehatan. Hebatnya lagi, dengan kondisi kesehatan yang bisa kita katakan sangat tidak mendukung, kondisi umur yang sudah sangat rapuh, kakek tetap berjuang untuk menjadi suami yang baik kepada istrinya, member nafkah yang cukup untuk istrinya.

Istri sang kakek bernama Elvina. Nenek Elvina yang berumur 64 tahun dengan senang hati membantu kakek mencari uang yaitu dengan berjualan kangkung di pasar disekitar tempat tinggal mereka. Tak jauh berbeda dari kakek, si nenek juga mengalami sakit yang cukup parah. Nenek sudah mengalami stroke beberapa tahun terakhir. Sehingga nenek hanya bisa duduk dan menunggu pembeli datang untuk member kangkung yang dijualkan sang nenek.

Untuk menghemat uang, kakek sering kali tidak makan siang. Penghasilan dari menarik becak motor kakek perhari mencapai Rp. 110.000 rupiah. Dan itu harus dikurangi uang bensih dan uang jaga-jaga, takut becak motor yang dibawa sang kakek rusak atau ban bocor, kurang lebih Rp. 60.000. Penghasilan bersih yang dibawakan kakek dari hasil menarik becak setiap hari kurang lebih Rp.50.000.

20150818_101726Dan penghasilan itu merupakan penghasilan terbesar yang bisa kakek dapatkan perharinya. Waktu pulang kakek antara pukul 19.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB. Sampai dirumah memakan waktu 3 jam. Kehidupan seperti ini dialami kakek tanpa mengeluh dan terus berusaha. Hal ini Nampak saya rasakan ketika sang kakek bercerita.

 

Kisah sang kakek mengingatkan saya, ketika begitu banyak orang yang serba kekurangan disaat harta berlimpahan. Ketika begitu banyak orang yang kurang bersyukur dengan apa yang dimiliki. Ketika begitu banyak orang yang tidak menghargai perjuangan. Maka kakek bersuara untuk hidup. Perjuangan kakek menampar keras pipi saya dan menyadarkan saya akan banyak hal. Kekuatan sang kakek membuat semangat saya timbul kembali untuk menyusuri hidup lebih baik lagi dan lebih bermanfaat lagi bagi orang lain.

 

Semoga kita bisa memetik hikmah dari cerita dan kisah hidup sang kakek. Tidak kalah semangat dengan kakek. Jika kakek Soeharto berjuang untuk hidup, maka kita selaku pemuda Indonesia berjuang memajukan Indonesia. Minimalnya dengan belajar untuk memanfaatkan waktu dan berguna bagi sesama.

Geubrina Rizky

Seorang hamba yang sedang berjuang merealisasikan mimpi dan mecoba membagi melalui untaian kata

Leave a Reply