Tanda Cinta Mama Shalihah Untuk Daerah Terpapar Kabut Asap

Sobat Positif, seperti yang kita ketahui bersama melalui pemberitaan diberbagai media mainstream, saat ini beberapa wilayah di Indonesia sedang dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan gambut yang berkepanjangan di musim kemarau. Berbagai usaha dilakukan untuk memulihkan kondisi alam ini, baik oleh pemerintah, NGO, dan berbagai komunitas. Mama Shalihah adalah salah satu komunitas yang turut memberikan perhatian untuk daerah terdampak kabut asap di Indonesia saat ini. Mama Shalihah adalah komunitas berbasis online beranggotakan ibu-ibu dan calon ibu yang tersebar di penjuru tanah air.

GM4
Penyaluran Alat Penjernih Udara (Air Purifire)

Sebagai para ibu dan calon ibu, Komunitas Mama Shalihah turut merasakan kesedihan dan kekhawatiran keluarga korban bencana asap, terutama keluarga dengan bayi, anak kecil, dan ibu hamil. Organ pernapasan yang masih terus berkembang pada bayi dan anak kecil belum sekuat orang dewasa dalam menghadapi asap. Para bayi dan anak kecil juga sulit jika diharuskan menggunakan masker. Oleh sebab itu, Komunitas Mama Shalihah berinisiatif mengadakan penggalangan dana untuk membelikan alat pemurni udara (air purifire) bagi saudara-saudara korban asap. Mama Shalihah memulainya hanya dengan selebaran sederhana, namun pada awal program ini dilaksanakan, respon masyarakat sangat positif. Banyak yang bersemangat mengirimkan tanda cinta melalui program ini. Penggalangan dana kemanusiaan disebar oleh anggota komunitas Mama Shalihah. Ada komunitas mahasiswa yang mengumpulkan dana kemudian menitipkan melalui Mama Shalihah. Ada karyawan yang membuat kotak pengumpulan dana di kantornya. Ada yang melelang barang-barangnya dan hasil penjualannya disumbangkan melalui Mama Shalihah. Semua itu adalah wujud cinta terhadap saudara sebangsa dan setanah air.

Mama Shalihah bekerja sama dengan beberapa lembaga sosial di beberapa kota yang terkena asap. Dana kemanusiaan yang terkumpul ditransfer ke rekening lembaga sosial di daerah tersebut. Lembaga sosial tersebutlah yang kemudian memetakan kebutuhan, membelikan, dan mendistribusikan alat penjernih udara (air purifier), oksigen, dan masker bagi keluarga terdampak asap. Sebagian besar alat penjernih udara diberikan kepada keluarga dengan bayi atau anak kecil. Namun, beberapa juga disalurkan kepada panti asuhan, sekolah, dan komunitas lain sesuai kebutuhan masing-masing daerah distribusi.  Alat penjernih udara (air purifire) telah disalurkan ke Pekanbaru, Palembang, Jambi, Pelalawan. Insya Allah akan menyusul kota-kota lain.

GM2
Penerima Alat Penjernih Udara (Air Purifire) di Pekanbaru

Ketika ditanya adakah kesulitan dalam melakukan kegiatan ini, Ibu Azka Madihah yang kami sebut sebagai juru bicara Mama Shalihah dengan bijak menyebutkan, “Tentu, namun kesulitan yang kami alami tidak ada apa-apanya dibanding kesulitan para saudara kami yang terdampak bencana asap berbulan-bulan. Sehingga semua kesulitan seperti stok air purifier dan oksigen yang langka, masalah pendistribusian, dan lainnya dapat kami atasi”. Sungguh sebuah jawaban yang sangat menyentuh nurani dari seorang ibu. Ibu Azka melanjutkan, “Bernapaskan udara bersih adalah hak asasi setiap manusia. Jika pemerintah masih belum sanggup menyediakan hak asasi tersebut kepada rakyatnya, maka seluruh rakyat Indonesia yang lain harus terus bergerak membantu. Bantuan paling utama adalah doa. Kemudian, menyebarkan kesadaran bahwa sedang ada bencana asap yang telah merenggut nyawa saudara-saudara kita, membuat begitu banyak korban sakit, dan berbagai kerugian lainnya. Semoga semakin banyak yang bisa dilakukan oleh para petinggi negara, terutama Presiden. Selanjutnya adalah membantu dengan dana dan tenaga. Maka harapan kami, dengan tanda cinta berupa air purifier kepada saudara-saudara kami, menggerakkan lebih banyak lagi masyarakat untuk turut berpartisipasi. Semoga para bayi, anak-anak, ibu hamil, warga lanjut usia yang mendapatkan alat pemurni udara ini dapat sedikit terlegakan napasnya. Mereka yang sakit, sesak napas, dan lainnya dapat teringankan penderitaannya”.

Mama Shalihah berpandangan bahwa menyikapi masalah ini dengan satu hal, yaitu tidak berdiam diri, melainkan kita harus #MelawanAsap. Program Gerakan Mama Shalihah Peduli Asap ini akan terus dilanjutkan sampai para bayi, anak kecil, pelajar, ibu hamil, warga lanjut usia, pasien, dan semua masyarakat Indonesia mendapatkan haknya untuk bernapas dengan udara bersih. Dana terkumpul melalui program ini berkisar 48.371.370, berasal dari 144 donatur, dan laporan penyaluran diupdate di Fan Page Facebook “Mama Shalihah”. Semoga tahun ini adalah terakhir kalinya jutaan rakyat Indonesia dan rakyat negara tetangga tersiksa karena kabut asap.

Basrah Nasution

Basrah Nasution

Dengan aksara menjaga zaman, memuliakan peradaban.

Leave a Reply