Tips Memulai Pergaulan di Lingkungan Baru bagi Perantau.

Sobat Positif, pergi merantau, meninggalkan kampung halaman untuk mengejar cita-cita guna mengukir masa depan yang lebih baik merupakan perbuatan muia. Banyak hal yang dapat membuka wawasan serta cara berpikir kita ketika hidup di tempat yang jauh dari kemanjaan sanak saudara. Beberapa hal  membuat seseorang berjauhan dengan kampung halaman , misalnya ingin melanjutkan pendidikan dengan berkuliah di Universitas kenamaan yang jauh dari kampung halaman, penempatan kerja atau mutasi kerja.

Sobat Positif, di zaman modern ini bergaul dengan lingkungan baru di dunia nyata tidak semudah bergaul dengan lingkungan media sosial di dunia maya. Gaya hidup digital selama ini telah banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat sehingga sulit berinteraksi dengan lingkungan baru di dunia nyata. Kegiatan sosial digital membuat masyarakat less live interact (sedikit interaksi langsung), beli makanan pesan online, ngobrol pakai jari alias chatting, cari teman di facebook, twitter, Instagram, dll, beli barang-barang di toko online, anak-anak mainnya game online (tidak kenal petak umpet lagi). Bertahun-tahun dengan gaya hidup demikian akan membuat Sobat mengalami kesulitan bergaul di dunia nyata.

Bagi Sobat Positif yang sedang merantau jangan sampai lingkungan barumu tidak mengenal siapa dirimu dan jangan sampai Sobat tidak kenal dengan tetangga sebelah yang selama ini Sobat lewat lalu lalang di depan rumahnya setiap kali keluar masuk gang. Berikut ini ada beberapa tips bagi Sobat Positif untuk memulai pergaulan di lingkungan baru.

 

  • Beli di warung tetangga.

Hentikan kebiasaan beli barang-barang secara online jika masih bisa dibeli di warung tetangga (bukan minimarket). Sobat Positif, membeli di warung tetangga akan membuat Sobat berkomunikasi langsung dengan masyarakat sekitar. Untuk beli pertama kali, Sobat yang pemalu untuk berbasabasi cukup senyum manis sumeringah dan ucapkan terima kasih saja setiap selesai belanja, hal ini akan membuat orang tidak mencurigai Sobat sebagai sosok berbahaya. Setelah beberapa kali belanja, pemilik warung biasanya akan bertanya “orang baru ya ?, kerja dimana ? asli mana ?” dan pertanyaan mainstream lainnya untuk orang yang baru dikenal. Jika sudah dalam kondisi ini jangan sungkan-sungkan untuk memperkenalkan diri Sobat. Dari pemilik warung Sobat akan diperkenlakan ke warga lain, apalagi kalau pemilik warungnya ibu-ibu, kabar tentang keberadaan Sobat akan semakin mudah tersebar.

 

  • Sholat di Masjid.

Screenshot_2016-04-03-13-28-51-1

Sholat di masjid lima kali sehari semalam adalah momen intens yang dapat menampilkan wajah sobat aktif di publik. Khususnya buat para cowok, karena memang  Rasulullah menganjurkan untuk  sholat di Masjid. Di dalam Masjid Sobat akan menemui masyarakat dari lokasi yang rumahnya mungkin agak jauh dari tempat Sobat. Tentunya Sobat harus memilih masjid terdekat di kelurahan atau lingkungan Sobat. Ikuti juga kajian-kajian yang dilakukan rutin di Masjid. Terbarkanlah salam di dalam Masjid, lama-lama masyarakat akan penasaran dengan kepribadian Sobat dan sangat memungkinkan masyarakat sendirilah yang ingin berkenalan dengan Sobat karena terlihat santun dan aktif di Masjid. Jika sudah demikian maka bersedialah bila Sobat diajak menjadi remaja Masjid atau pengurus Masjid.

 

  • Berbagi makanan dengan tetangga.

Screenshot_2016-04-03-13-30-27-1

Sobat Positif di akhir pekan sesekali buatlah masakan yang bisa Sobat bagikan ke tetangga, misalnya bubur kacang ijo, tempe goreng atau tahu goreng, pecel, agar-agar , serta masakan lain yang menurut Sobat mudah untuk dibuat. Jika kesulitan memasak Sobat bisa berbagi makanan yang di beli di pasar seperti kue, martabak atau buah juga bisa. Kalau Sobat bepergian dan kembali ke rumah atau kostan, bawakan juga oleh-oleh buat tetangga. Memberi hadiah berupa makanan ke tetangga akan mempererat silaturrahim dengan tetangga, lama-lama Sobat bisa dianggap seperti keluarga oleh masyarakat terdekat dengan Sobat.

 

  • Bukalah pintu rumah dan mulailah berbincang dengan anak-anak tetangga yang sedang bermain di sore hari.

Screenshot_2016-04-03-13-30-17-1

Bicara dengan anak-anak adalah hal yang paling menyenangkan, tidak ada rasa segan atau sungkan. Jika Sobat cukup pemalu untuk menyapa orangtuanya maka komunikasi lewat anak-anak yang sedang bermain di sekitar gang pada sore hari akan memancing orangtua si anak untuk berbicara langsung kepada Anda. Sapalah anak-anak dengan bertanya “siapa namanya ?”, “adik sama abang lagi main apa?”, anak-anak biasanya gak langsung jawab mereka hanya terdiam malu-malu ngegemesin dan orangtuanya lah yang akan menjawab “lagi main mobil-mobilan om”. Sudah menjadi naluri orangtua untuk spontan menjawab sapaan orang sekitar terhadap anaknya.

 

  • Ikut serta acara kemasyarakatan.

Screenshot_2016-04-03-13-31-29-1

Hadirlah pada kegiatan-kegiatan masyarakat seperti kegiatan peringatan hari besar keagamaan, kegiatan olahraga, car free day dll. Bahkan akan sangat baik sekali jika Sobat bisa menempatkan diri dalam sebuah kepanitiaan acara kemasyarakatan.

Sobat Positif, tips di atas dapat Sobat terapkan dilingkungan baru, semoga tidak ada Sobat Positif yang kuper (kurang pergaulan). Semoga bermanfaat, Salam Positif!

Basrah Nasution

Basrah Nasution

Dengan aksara menjaga zaman, memuliakan peradaban.

Leave a Reply