Yakinlah kamu akan jauh lebih keren, lebih kece , lebih ganteng atau cantik tanpa Narkoba

Dinamika kehidupan sosial dari masa ke masa selalu memiliki tantangan tesendiri. Salah satu tantangan negara Indonesia yang dari dulu hingga saat ini masih terus menjadi sebuah ancaman besar yang nyata adalah masalah kerusakan generasi bangsa akibat narkoba. Sobat Positif, hasil penelitian BNN pada 2016, diperoleh fakta yang mencengangkan, bahwa 1,9% kelompok pelajar dan mahasiswa, atau 2 dari 100 pelajar/ mahasiswa menyalahgunakan narkoba. Bisa kita banyangkan bangsa yang besar ini akan jadi apa jika anak mudanya gagal tumbuh dan berkembang, ibarat tunas tanaman yang dihantam hama wereng maka tentu tidak akan mampu tumbuh melanjutkan estafet kehidupan induknya.

Tidak kenal usia mulai dari anak-anak usia sekolah hingga dewasa menjadi korban keganasan narkoba. Data BNN menyebutkan bahwa 40 hingga 50  orang meninggal akibat penggunaan narkoba. Dari golongan rakyat biasa hingga selebritis bisa tergoda akan jebakan narkoba yang mematikan ini. Bahkan belakangan ini kembali lagi seorang artis inisial JD terjerat kasus narkoba dan bukan untuk pertama kali. Sungguh miris dan sangat disayangkan. Sobat Positif masyarakat usia produktif adalah rentang usia paling banyak diserang narkoba. Padahal seharusnya di usia itu adalah masa-masa dimana seorang anak punya kesempatan membanggakan orangtuanya, masa dimana seseorang harus mempersiapkan diri agar mampu untuk melamar gadis pujaannya, masa dimana seseorang berkontribusi besar terhadap keluarga bangsa dan negara, masa dimana seseorang menjadi tulang punggung dan belajar mandiri.

Derasnya serangan narkoba ke negeri ini harus disikapi dengan serius, karena bukan tidak mungkin ada pihak lain yang ingin meruntuhkan martabat bangsa ini dengan cara imperialisme model baru. Karena itulah tak berlebihan jika Kepala BNN selalu mengingatkan bahwa narkoba ini dijadikan alat perang asimetris atau proxy war oleh negara lain yang ingin menguasi negeri ini. Pada momen peringatan 50 tahun ASEAN tahun lalu presiden Indonesia dalam sambutannya menyatakan perang terhadap narkoba. Kata ‘perang’ yang digunakan oleh bapak presiden tentunya menjadi sebuah pertanda bahwa narkoba adalah ancaman nyata dan kita harus merdeka dari jajahan narkoba tersebut.

Sobat Positif, yakinlah kamu akan jauh lebih keren, lebih kece , lebih ganteng atau cantik tanpa narkoba. Mari sama-sama kita edukasi lingkungan kita, khususnya kerabat dan sahabat terdekat agar menjaga diri dari narkoba. Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan hingga akhirnya hati kita selalu condong kepada kebaikan dan memilih jalan keselamatan.

 


Basrah Nasution

Basrah Nasution

Dengan aksara menjaga zaman, memuliakan peradaban.

Leave a Reply